Diplomasi atau Sekadar Seremonial? Istana Beberkan Investasi Rp2.281 Triliun dari Lawatan Prabowo ke Luar Negeri

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Selasa, 2 Juni 2026 | 21:36 WIB
Melihat perjalanan diplomasi Presiden RI, Prabowo Subianto ke berbagai negara dalam rangka kerja sama strategis. (Instagram.com/@prabowo)
Melihat perjalanan diplomasi Presiden RI, Prabowo Subianto ke berbagai negara dalam rangka kerja sama strategis. (Instagram.com/@prabowo)

 

 

 

Jakarta, SUARA PEMBARUAN - Sebagian publik tengah memperbincangkan kritik mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal, terhadap intensitas kunjungan kerja luar negeri Presiden Prabowo Subianto sejak menjabat pada Oktober 2024. Menanggapi sorotan tersebut, Istana menegaskan bahwa berbagai lawatan internasional Presiden tidak hanya bersifat seremonial, melainkan menghasilkan manfaat konkret bagi Indonesia.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyatakan bahwa hasil diplomasi Presiden telah membuka peluang investasi besar, memperluas akses pasar ekspor, memperkuat kerja sama pertahanan, serta meningkatkan kolaborasi internasional di berbagai sektor strategis.

“Salah besar kalau dibilang hanya gagah-gagahan, seremonial. Jadi kita harus lihat apa yang sudah dicapai dalam 1,5 tahun terakhir ini,” tegas Teddy, Selasa (2/6/2026).

Berdasarkan berbagai kesepakatan yang diumumkan bersama negara-negara mitra, mulai dari Arab Saudi, Qatar, Jepang, Korea Selatan, Prancis, hingga Amerika Serikat, total komitmen investasi yang berhasil dihimpun mencapai sekitar 123,23 miliar dolar AS atau setara Rp2.198 triliun. Selain itu terdapat tambahan komitmen senilai 4 miliar euro atau sekitar Rp83 triliun, sehingga total keseluruhannya mencapai sekitar Rp2.281 triliun.

London Buka Komitmen Investasi Rp330 Triliun

Salah satu capaian awal diperoleh saat Presiden Prabowo menghadiri CEO Roundtable Forum di London pada November 2024. Dalam forum tersebut, Indonesia memperoleh komitmen investasi konservatif senilai 18,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp330 triliun.

Menurut Prabowo, besarnya minat investasi tersebut mencerminkan tingginya kepercayaan dunia internasional terhadap prospek ekonomi Indonesia.

Dana Investasi Bersama Qatar Senilai Rp71,3 Triliun

Saat melakukan kunjungan resmi ke Doha pada April 2025, Presiden Prabowo dan pemerintah Qatar menyepakati pembentukan dana investasi bersama senilai 4 miliar dolar AS atau sekitar Rp71,3 triliun.

Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung sejumlah sektor strategis seperti hilirisasi industri, energi terbarukan, hingga pengembangan fasilitas kesehatan di Indonesia. Dalam skema tersebut, Indonesia dan Qatar masing-masing berkontribusi sebesar 2 miliar dolar AS.

Arab Saudi Catat Komitmen Rp482,1 Triliun

Halaman:

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X