Namun demikian, pemudik juga diminta menggunakan fasilitas tersebut secara bijak agar tidak menimbulkan kepadatan kendaraan di area istirahat.
“Gunakan rest area untuk beristirahat secukupnya. Jika kondisi tubuh sudah kembali segar, sebaiknya perjalanan dilanjutkan agar pemudik lain juga dapat memanfaatkan tempat istirahat tersebut,” jelasnya.
Selain menjaga kondisi tubuh, masyarakat juga diminta memastikan kendaraan dalam kondisi layak jalan sebelum berangkat. Pengemudi diharapkan mematuhi rambu lalu lintas serta mengikuti arahan petugas di lapangan, terutama apabila diberlakukan rekayasa lalu lintas seperti one way maupun contraflow.
Untuk membantu pemudik memperoleh informasi perjalanan secara cepat, Polda Jateng juga menyediakan layanan digital melalui Chatbot “Si Polan” yang dapat diakses melalui aplikasi WhatsApp.
Melalui layanan tersebut, masyarakat dapat memperoleh berbagai informasi penting seperti kondisi lalu lintas terkini, jalur alternatif, lokasi pos pelayanan, hingga fasilitas umum yang tersedia di sepanjang jalur mudik.
Dalam situasi darurat selama perjalanan, pemudik juga dapat menghubungi layanan Call Center 110 Polri yang beroperasi selama 24 jam. Layanan ini dapat dimanfaatkan apabila masyarakat membutuhkan bantuan kepolisian, baik terkait kecelakaan lalu lintas, gangguan keamanan, maupun kondisi darurat lainnya.
Dengan berbagai persiapan tersebut, kepolisian berharap masyarakat dapat menjalani perjalanan mudik dengan aman dan lancar.
“Dengan persiapan yang matang serta kedisiplinan selama perjalanan, kami berharap masyarakat dapat mudik dengan aman dan tiba di kampung halaman dengan selamat untuk merayakan Idulfitri bersama keluarga, sebagaimana tagline Mudik Aman, Keluarga Bahagia,” pungkasnya.