politik-hankam

Teror Usai Kritik MBG, Ketua BEM UGM: “Semakin Ditekan, Kami Semakin Kuat”

Jumat, 20 Februari 2026 | 12:02 WIB
Ketua BEM Tiyo Ardianto. (tangkapan layar Madilog Forum Kedailan TV)

 

Jakarta, SUARA PEMBARUAN  – Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM) Tiyo Ardianto mengaku menerima berbagai bentuk teror setelah melontarkan kritik keras terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) Presiden Prabowo Subianto. Hal itu disampaikan dalam acara Madilog Forum di Keadilan TV, dengan host sejarawan Indra J Piliang, Selasa (18/2/2026).Baca Juga: Murokaz Al-Qur’an 30 Juz Resmi Dibuka, Asisten I Setda: Ramadan Momentum Meraih Taqwa Bersama

Tiyo menegaskan bahwa ancaman yang dialaminya tidak akan menyurutkan sikap kritis mahasiswa. Ia bahkan menyebut tekanan tersebut justru membuatnya semakin kuat.

“Silakan teror saya sebesar apa pun, selama itu tidak membunuh lahir dan batin saya, maka saya pastikan setelah itu saya akan lebih kuat dari sebelumnya,” ujarnya.Baca Juga: Herwan Antoni Resmi Dilantik Sekdaprov Bengkulu Definitif, Siap Sukseskan Program Bantu Rakyat

Menurutnya, teror tidak hanya menyasar dirinya, tetapi juga keluarga serta lebih dari 30 pengurus BEM UGM. Bentuknya beragam, mulai dari pesan ancaman, pembunuhan karakter, hingga penguntitan.

Ia mengungkap, sejak 9 Februari, dirinya menerima pesan dari nomor tidak dikenal dengan kode luar negeri. Selain itu, orang tuanya juga mendapat pesan berisi tuduhan bahwa dirinya melakukan penyelewengan dana.Baca Juga: Warga Apresiasi Kometmen Pemprov Bengkulu Atas Perbaikan Jalan Renajaya-Komering di Benteng

“Bahkan ada informasi anonim mengaku dosen yang menyebut ada operasi intelijen yang targetnya membunuh ketua BEM UGM. Kami tidak bisa memvalidasi, tetapi ini jelas menjadi bentuk teror,” kata Tiyo.

Selain ancaman langsung, ia menyebut terjadi serangan karakter di media sosial. Di antaranya, penyebaran isu pribadi, foto rekayasa berbasis kecerdasan buatan, hingga tuduhan memiliki afiliasi politik tertentu.Baca Juga: Permudah Masyarakat Bayar PKB, Gubernur Bengkulu Resmikan Samsat Desa di Kabupaten Seluma

Tiyo juga mengaku pernah diikuti oleh orang tak dikenal saat berada di sebuah kedai, serta laporan penguntitan terhadap salah satu pengurus BEM di Yogyakarta dan Kudus.

Meski demikian, ia menegaskan organisasi mahasiswa tidak akan mundur.

“Semakin ditekan, justru kami semakin melawan. Teror ini tidak akan membuat BEM UGM gentar,” tegasnya.Baca Juga: Nenek Penjual Nasi Uduk di Bekasi Jadi Korban Maling, Uang Rp4 Juta Raib Terekam CCTV

Ia menilai peristiwa tersebut menjadi alarm bagi demokrasi Indonesia. Menurutnya, kritik terhadap kebijakan negara seharusnya dilindungi, bukan dibalas dengan intimidasi.

Tiyo menyebut kampus Universitas Gadjah Mada telah menunjukkan komitmen melindungi kebebasan berekspresi mahasiswa. Pihak kampus, kata dia, menginstruksikan satuan keamanan untuk berkoordinasi intens terkait keselamatan dirinya.Baca Juga: Promedia Jajaki Kolaborasi Publikasi Strategis dengan TNI AD, Dorong Informasi Pembangunan Lebih Luas

Selain itu, sejumlah lembaga seperti LPSK, LBH, dan Kaukus Indonesia untuk Kebebasan Akademik disebut telah memberikan pendampingan.

Halaman:

Tags

Terkini