Jakarta, SUARA PEMBARUAN – Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM) Tiyo Ardianto mengaku menerima berbagai bentuk teror setelah melontarkan kritik keras terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) Presiden Prabowo Subianto. Hal itu disampaikan dalam acara Madilog Forum di Keadilan TV, dengan host sejarawan Indra J Piliang, Selasa (18/2/2026).Baca Juga: Murokaz Al-Qur’an 30 Juz Resmi Dibuka, Asisten I Setda: Ramadan Momentum Meraih Taqwa Bersama
Tiyo menegaskan bahwa ancaman yang dialaminya tidak akan menyurutkan sikap kritis mahasiswa. Ia bahkan menyebut tekanan tersebut justru membuatnya semakin kuat.
“Silakan teror saya sebesar apa pun, selama itu tidak membunuh lahir dan batin saya, maka saya pastikan setelah itu saya akan lebih kuat dari sebelumnya,” ujarnya.Baca Juga: Herwan Antoni Resmi Dilantik Sekdaprov Bengkulu Definitif, Siap Sukseskan Program Bantu Rakyat
Menurutnya, teror tidak hanya menyasar dirinya, tetapi juga keluarga serta lebih dari 30 pengurus BEM UGM. Bentuknya beragam, mulai dari pesan ancaman, pembunuhan karakter, hingga penguntitan.
Ia mengungkap, sejak 9 Februari, dirinya menerima pesan dari nomor tidak dikenal dengan kode luar negeri. Selain itu, orang tuanya juga mendapat pesan berisi tuduhan bahwa dirinya melakukan penyelewengan dana.Baca Juga: Warga Apresiasi Kometmen Pemprov Bengkulu Atas Perbaikan Jalan Renajaya-Komering di Benteng
“Bahkan ada informasi anonim mengaku dosen yang menyebut ada operasi intelijen yang targetnya membunuh ketua BEM UGM. Kami tidak bisa memvalidasi, tetapi ini jelas menjadi bentuk teror,” kata Tiyo.
Selain ancaman langsung, ia menyebut terjadi serangan karakter di media sosial. Di antaranya, penyebaran isu pribadi, foto rekayasa berbasis kecerdasan buatan, hingga tuduhan memiliki afiliasi politik tertentu.Baca Juga: Permudah Masyarakat Bayar PKB, Gubernur Bengkulu Resmikan Samsat Desa di Kabupaten Seluma
Tiyo juga mengaku pernah diikuti oleh orang tak dikenal saat berada di sebuah kedai, serta laporan penguntitan terhadap salah satu pengurus BEM di Yogyakarta dan Kudus.
Meski demikian, ia menegaskan organisasi mahasiswa tidak akan mundur.
“Semakin ditekan, justru kami semakin melawan. Teror ini tidak akan membuat BEM UGM gentar,” tegasnya.Baca Juga: Nenek Penjual Nasi Uduk di Bekasi Jadi Korban Maling, Uang Rp4 Juta Raib Terekam CCTV
Ia menilai peristiwa tersebut menjadi alarm bagi demokrasi Indonesia. Menurutnya, kritik terhadap kebijakan negara seharusnya dilindungi, bukan dibalas dengan intimidasi.
Tiyo menyebut kampus Universitas Gadjah Mada telah menunjukkan komitmen melindungi kebebasan berekspresi mahasiswa. Pihak kampus, kata dia, menginstruksikan satuan keamanan untuk berkoordinasi intens terkait keselamatan dirinya.Baca Juga: Promedia Jajaki Kolaborasi Publikasi Strategis dengan TNI AD, Dorong Informasi Pembangunan Lebih Luas
Selain itu, sejumlah lembaga seperti LPSK, LBH, dan Kaukus Indonesia untuk Kebebasan Akademik disebut telah memberikan pendampingan.
Artikel Terkait
Teror Bom Virtual Guncang Tiga Sekolah Internasional di Jakarta dan Tangsel, Polisi Lacak Jejak Digital Pelaku Lintas Negara
Lawan Teror PT ABS, Walhi Bengkulu Melapor ke Komnas HAM
Polisi Beberkan Fakta Baru Kasus Ledakan SMAN 72: Pelaku Tak Terhubung Jaringan Teror, tapi Terpapar Konten Kekerasan
Ratusan Siswa di Grobogan Keracunan MBG, SPPG Diminta Awasi Ketat Standar Keamanan Pangan
Zulkifli minta Perketat Kontrol Mutu MBG Jelang Ramadan
Titik atau Koma? Jurnalis Papua Bedah Program MBG Presiden Prabowo
DPD RI Soroti Pengawasan Program MBG Jelang Ramadan