politik-hankam

Soal Temuan Beras Berkutu, Firman Soebagyo Berang: Pernyataan Pejabat Rendahkan Derajat Rakyat!

Senin, 17 Maret 2025 | 07:41 WIB
Anggota Komisi IV DPR RI, dari Fraksi Partai Golkar, Firman Soebagyo.

Jakarta, SUARA PEMBARUAN - Anggota Komisi IV PR RI Firman Soebagyo, menyatakan kegeramannya atas pernyataan pejabat pemerintah yang simpang siur terkait temuan beras berkutu saat kunjungan Komisi IV DPR ke Yogyakarta yang dipimpin oleh Ketua Komisi IV, Titik Soeharto.Baca Juga: Husniah Talenrang Diantara Masyarakat Miskin Ekstrem Gowa

Firman merasa bahwa pernyataan pejabat yang berbeda-beda menunjukkan ketidakkonsistenan dan kepanikan dalam menanggapi temuan tersebut. Dia menegaskan bahwa temuan beras berkutu ini, yang mencapai 300 ton secara nasional, pasti akan sampai ke pengetahuan Presiden karena ditemukan langsung oleh Titik Soeharto.Baca Juga: Ini Alpukat Jumbo, Berat 1,8 kg, Panjang 40 cm

Firman khususnya menyoroti pernyataan Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang mengatakan bahwa beras berkutu masih bisa dikonsumsi manusia, sementara Wakil Menteri Pertanian menyatakan bahwa beras tersebut hanya layak untuk makanan ternak.Baca Juga: Pemprov Percepat Pembangunan Infrastruktur Jalan di Wilayah Bengkulu Utara

"Pernyataan pejabat public terkait pangan sangat sembrono dan merendahkan derajat rakyat, seolah-olah rakyat harus menerima beras yang tidak layak konsumsi. Saya menuntut agar Kepala Bapanas mengklarifikasi pernyataannya dan meminta maaf kepada rakyat Indonesia," tegas politisi senior Partai Golkar asal Pati, Jawa Tengah, dalam pernyataan tertulis kepada wartawan, Senin (17/3/2025).Baca Juga: 6 Orang Luka-Luka Juga 7 Kendaraan Dibakar Saat Acara Syukuran Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya

Lebih lanjut, Firman mengkritik kebijakan impor beras yang dilakukan tahun lalu, yang ternyata menghasilkan beras berkutu. Dia menegaskan bahwa beras tersebut dibeli dengan uang negara yang bersumber dari rakyat, dan pembuat kebijakan seharusnya lebih bertanggung jawab. Firman meminta Presiden untuk menegur keras para pembantunya dan melakukan evaluasi terhadap kinerja pejabat-pejabat tersebut.Baca Juga: Husniah Optimis Investasi Terus Tumbuh di Gowa

Firman juga mengungkapkan bahwa dalam rapat dengan Komisi IV, Menteri Pertanian Amran Sulaiman telah menjelaskan bahwa beras berkutu tidak boleh didistribusikan kepada masyarakat, dan pernyataan ini didukung oleh Komisi IV. Namun, dia mempertanyakan mengapa Kepala Bapanas masih membuat pernyataan yang kontroversial dan membingungkan rakyat.Baca Juga: Target Dedy Wahyudi Percantik Kota Bengkulu Mulai Direalisasikan

Firman mencurigai adanya unsur kesengajaan untuk merusak reputasi pemerintah Prabowo Subianto, dan menganggap hal ini sebagai tindakan yang naif.

Firman menekankan bahwa dalam situasi bangsa yang tidak baik-baik saja, para pejabat publik harus lebih hati-hati dalam membuat pernyataan agar tidak menambah beban Presiden.Baca Juga: Pastikan Aman Dikonsumsi, BPOM Bengkulu Periksa 59 Sampel Takjil di Bengkulu Tengah

Dia juga mengingatkan bahwa masalah-masalah seperti pagar laut, susu formula, gas LPG 3 kg, dan bensin oplosan telah menimbulkan kerugian negara yang mencapai ratusan hingga ribuan triliun rupiah.*

Tags

Terkini