Menanggapi pernyataan tersebut, Fathimah menegaskan mahasiswa tidak hanya berbicara berdasarkan angka, tetapi juga berdasarkan realitas yang mereka temui di lapangan.
"Kami melihat realitanya. Kami tidak seperti orang-orang yang mungkin punya segudang data untuk menjustifikasi pemerintah, tetapi tidak melihat kondisi sebenarnya," ujar Fathimah.
Ia menambahkan, di Universitas Indonesia terdapat sistem dukungan dari para alumni yang membantu mahasiswa yang mengalami kesulitan ekonomi sehingga dapat tetap melanjutkan pendidikan.
"Di UI banyak mahasiswa yang tetap bisa kuliah karena dukungan alumni, bukan semata-mata karena peran pemerintah," katanya.
Perdebatan tersebut mencerminkan perbedaan sudut pandang antara pemerintah dan kalangan mahasiswa mengenai posisi Program Makan Bergizi Gratis dalam kebijakan pendidikan nasional, sekaligus menegaskan pentingnya dialog berbasis data dan kondisi nyata di lapangan.
Artikel Terkait
Program MBG Diminta Ubah Arah, Fokus ke Lapangan Kerja dan Ekonomi Rakyat
Mahfud MD Soroti Dugaan Korupsi MBG, Nilai Hukuman Mati Layak Dipertimbangkan untuk Koruptor
Firman Soroti Pelaksanaan MBG, Minta Pemerintah Percepat Evaluasi dan Audit Menyeluruh
Komentar ‘Gembrot’ ke Pendemo MBG Viral, Wakil Ketua DPRD Cirebon Minta Maaf dan Sebut Akun Dipakai Tim
Febrie Sebut Kasus Korupsi MBG-BGN Jadi Prioritas, Nama yang Disebut Melebar Jadi 47 Orang