Purbaya juga mengungkap pola serupa ditemukan pada ekspor batu bara ke India, meski pemeriksaannya belum sebanyak sektor sawit.
Ia menduga praktik transfer pricing dilakukan dengan memanfaatkan perusahaan afiliasi di luar negeri untuk menekan nilai ekspor dari Indonesia sebelum dijual kembali dengan harga lebih tinggi ke pasar internasional.
Kasus ini kini menjadi perhatian luas karena dinilai berkaitan langsung dengan potensi kebocoran penerimaan negara dari sektor sumber daya alam yang selama ini menjadi tulang punggung ekspor Indonesia.
Artikel Terkait
Solidaritas Sawit untuk Aceh: PTPN IV Regional 3 dan Aspek-PIR Salurkan Bantuan Banjir Bandang
Walhi : Kejahatan Korporasi Sawit Picu Krisis Ekologi dan Konflik Agraria di Bengkulu
Program Satu Juta Bibit Sawit Gratis Pemkab Kaur Terus Berlanjut
Pemprov Bengkulu Perkuat Strategi PAD Sektor Sawit dan Migas
Pemprov Bergerak Gepat Sikapi Keluhan Petani Harga Sawit di Bengkulu Turun