Viral Suara Bocor di Live Instagram Wali Kota Surabaya, Admin Minta Maaf dan Mundur

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Selasa, 4 November 2025 | 06:30 WIB
Menyoroti insiden suara bocor admin Pemkot Surabaya di medsos hingga berujung kritik warga terhadap kinerja Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi. (Instagram.com/@mood.jakarta)
Menyoroti insiden suara bocor admin Pemkot Surabaya di medsos hingga berujung kritik warga terhadap kinerja Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi. (Instagram.com/@mood.jakarta)

Surabaya, SUARA PEMBARUAN - Sebuah polemik mencuat di media sosial setelah siaran langsung akun Instagram Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mendadak viral akibat insiden suara bocor. Dalam momen ketika sesi live dijeda, terdengar percakapan dari admin media sosial yang masih terhubung dengan mikrofon, tanpa sadar bahwa suaranya terekam.

Potongan video itu segera menyebar luas dan menimbulkan berbagai tafsir negatif dari warganet. Sebagian menilai aktivitas lapangan sang wali kota sekadar konten pencitraan di media sosial.

Di tengah ramainya komentar publik, Wali Kota Eri disebut tidak mengetahui peristiwa itu karena sedang berada di lapangan. Sementara admin media sosial yang bertugas, Hening Dzikrillah, telah mengakui kesalahannya, meminta maaf secara terbuka, dan memutuskan untuk mundur dari jabatannya.

Permintaan maaf itu disampaikan Hening melalui akun pribadinya dan diunggah ulang oleh akun @mood.jakarta pada Senin, 3 November 2025. Ia menegaskan bahwa kesalahan tersebut murni tanggung jawab pribadi dan tidak ada kaitannya dengan arahan atau perintah dari Eri Cahyadi.


“Terkait pengelolaan akun media sosial milik Pak Wali Kota Surabaya, saya memohon maaf sebesar-besarnya atas apa yang telah saya lakukan,” ujarnya.

Dalam klarifikasinya, Hening tampak menahan tangis dan menjelaskan bahwa komentar yang terekam sebenarnya merupakan candaan ringan dengan rekannya.

“Ini murni kesalahan pribadi saya, meski konteksnya hanya bercanda dengan teman semobil,” tuturnya.

Ia juga menegaskan bahwa Eri Cahyadi tidak pernah terlibat langsung dalam proses pembuatan atau pengunggahan konten media sosial.

Isi percakapan yang viral sendiri memuat komentar admin tentang pengarsipan video kegiatan wali kota. “Kalau ada hujan lagi, rekaman video bapak turun ke lapangan kita simpan aja. Nanti bisa diunggah lagi,” ujar suara dalam rekaman itu. Ucapan tersebut kemudian menuai kritik warganet yang menilai pernyataan itu mencederai makna kerja lapangan sang wali kota.

Menanggapi polemik itu, Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Eri Irawan, meminta publik untuk menilai peristiwa tersebut secara proporsional. Ia menilai, candaan admin media sosial tidak seharusnya menghapus nilai kerja nyata Wali Kota Eri Cahyadi.


“Tidak adil jika kesalahan individu admin yang di luar koordinasi dengan wali kota kemudian dijadikan alasan untuk menuduh beliau hanya pencitraan,” ujar Eri Irawan.

Menurutnya, meski perdebatan publik sulit dihindari, kinerja Pemerintah Kota Surabaya tetap nyata dan terukur. “Hasil kerja yang dirasakan rakyat, seperti penurunan angka kemiskinan dan stunting, menunjukkan Pemkot Surabaya sudah berada di jalur yang benar,” tambahnya.

Eri Irawan juga memberikan apresiasi terhadap langkah Hening yang memilih bertanggung jawab dengan mengakui kesalahan dan mundur secara terbuka.


“Sikap anak muda seperti itu patut diapresiasi. Ia berani mengakui kesalahan dan meminta maaf. Tugas kita sebagai publik adalah memberi ruang maaf dan tidak membesar-besarkan hal yang sudah diselesaikan dengan dewasa,” ujarnya.

Halaman:

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X