pendidikan

Viral “Daging Karet” MBG Lampung Barat, Guru Protes: Susah Dikunyah!

Minggu, 19 April 2026 | 16:39 WIB
Daging sapi masih alot dibagikan di menu MBG Sumber Jaya, Lampung Barat. (Instagram/lawanglampung)


Lampung, SUARA PEMBARUAN - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan publik setelah muncul keluhan terkait kualitas menu di wilayah Sumber Jaya, Lampung Barat. Kali ini, kritik datang dari seorang guru yang merekam kondisi makanan yang dinilai kurang layak konsumsi.

Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat daging sapi dari SPPG Tugu Sari 2 tampak sangat keras hingga sulit dipotong. Meski sudah berusaha membelahnya, daging tersebut tetap utuh, sehingga disebut-sebut menyerupai “karet”.

Menu tersebut diketahui merupakan bagian dari paket MBG yang dibagikan pada Jumat, 17 April 2026. Selain daging sapi, paket makanan juga berisi nasi putih, tumis buncis dan wortel, tahu goreng, serta buah semangka.

Video tersebut langsung memicu reaksi warganet. Banyak yang mempertanyakan proses pengolahan makanan, terutama terkait tingkat kematangan daging yang dinilai belum optimal. Kekhawatiran juga muncul terkait risiko bagi anak-anak yang mengonsumsi makanan tersebut, seperti kesulitan mengunyah hingga potensi tersedak.

Beberapa komentar di media sosial menilai proses memasak diduga kurang maksimal, sementara lainnya meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap kualitas makanan yang disajikan dalam program MBG.

Tak hanya di Lampung Barat, sebagian warganet juga mengaku menemukan kondisi serupa di wilayah lain, meski berasal dari penyedia berbeda. Hal ini semakin memperkuat desakan agar pengawasan terhadap kualitas menu MBG ditingkatkan.

Menanggapi polemik tersebut, Kepala SPPG Tugu Sari 2, Dedi Suhendra, membenarkan bahwa menu daging sapi tersebut memang berasal dari pihaknya. Namun, ia belum memberikan penjelasan lebih rinci karena masih akan berkoordinasi dengan tim dapur.

Kasus ini kembali menjadi pengingat pentingnya menjaga kualitas, keamanan, dan kelayakan makanan dalam program publik, terutama yang menyasar anak-anak sebagai penerima manfaat utama.

Terkini