Viral Kritik Menu MBG Ramadan, Tabel Gizi Dinilai Bikin Salah Paham

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Jumat, 27 Maret 2026 | 17:58 WIB
Konten kreator gizi, Hannagizii, menyoroti penulisan laporan nilai gizi dalam MBG Ramadan. (Instagram/hannagizii)
Konten kreator gizi, Hannagizii, menyoroti penulisan laporan nilai gizi dalam MBG Ramadan. (Instagram/hannagizii)

 



Jakarta, SUARA PEMBARUAN  — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Ramadan kembali menjadi sorotan publik setelah muncul kritik terkait penyajian informasi nilai gizi pada menu yang dibagikan.

Seorang kreator konten gizi, Hanna melalui akun @hannagizii, mengulas tabel kandungan gizi dari salah satu paket MBG yang dibagikan pada 9 Maret 2026. Dalam videonya, ia menilai penyajian data tersebut berpotensi menimbulkan salah tafsir di kalangan masyarakat.

Hanna menyoroti cara penulisan tabel yang dinilai kurang jelas, terutama pada rincian kandungan protein. Ia mencontohkan menu dimsum yang tercantum dalam paket makanan, yang seolah-olah mengandung protein dalam jumlah tinggi hanya dalam satu porsi kecil.

Menurutnya, angka protein sebesar 28,6 gram yang tercantum kemungkinan merupakan total dari seluruh menu, bukan dari satu jenis makanan saja. Namun, penyajiannya dinilai tidak komunikatif sehingga bisa membuat pembaca salah memahami.

“Format tabel seperti ini bisa membuat orang mengira satu dimsum mengandung protein tinggi, padahal tidak demikian,” ujarnya dalam unggahan tersebut.

Kritik ini muncul di tengah upaya perbaikan program MBG, khususnya selama Ramadan, di mana menu disesuaikan menjadi makanan kering yang dapat dikonsumsi saat berbuka puasa. Selain menu, informasi kandungan gizi dan harga juga mulai dicantumkan sebagai bentuk transparansi.

Langkah tersebut dilakukan setelah sebelumnya muncul gelombang kritik dari masyarakat yang mempertanyakan kesesuaian antara porsi makanan dengan anggaran yang berkisar Rp8.000 hingga Rp10.000 per paket.

Hanna berharap, polemik ini bisa menjadi bahan evaluasi bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam menyusun informasi yang lebih akurat dan mudah dipahami.

Sebagai catatan, kebutuhan protein harian anak usia 4–6 tahun berada di kisaran 25 gram, sementara anak usia 7–9 tahun membutuhkan sekitar 40 gram per hari.

Program MBG sendiri dijadwalkan kembali berjalan pada 31 Maret 2026 setelah masa libur Lebaran, dengan sasaran utama anak-anak sekolah sebagai penerima manfaat.

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB
X