pendidikan

UNDIP Kenalkan Inovasi MPASI Cegah Stunting

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:40 WIB
Dr Fitriyono dalam acara media gathering di Gedung Widya Puraya, Kampus UNDIP Tembalang, Semarang, Kamis (12/3/2026). Kegiatan ini menjadi ajang memperkenalkan inovasi riset UNDIP soal MPASI.

 

Semarang, SUARA PEMBARUAN - Universitas Diponegoro (UNDIP) memperkuat sinergi dengan insan pers melalui kegiatan media gathering bersama puluhan wartawan dari media nasional dan lokal. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ajang memperkenalkan inovasi hasil riset civitas academica UNDIP kepada masyarakat, salah satunya produk makanan bayi untuk membantu pencegahan stunting.Baca Juga: Mudik Lebaran 2026 Makin Canggih, Polda Jateng Hadirkan TAC dan Chat AI

Acara bertema “UNDIP Jalin Sinergitas dengan Wartawan, Sebarkan Inovasi Bermartabat dan Bermanfaat untuk Masyarakat” itu digelar di Ruang Sidang Rektor Gedung Widya Puraya, Kampus Tembalang, Semarang, Kamis (12/3/2026), dan dihadiri lebih dari 30 wartawan dari berbagai media.

Wakil Rektor Riset, Inovasi, Kerja Sama dan Komunikasi Publik UNDIP, Wijayanto, menegaskan bahwa kampus dan media memiliki peran yang sama dalam menyampaikan kebenaran kepada publik.Baca Juga: Prestasi Membanggakan Diraih Tim Selokan Mataram UGM Dalam Kompetisi Rencana Pengembangan Panas Bumi

“Kalau jurnalis menyampaikan kebenaran jurnalistik melalui proses verifikasi, maka kampus menyampaikan kebenaran ilmiah melalui riset. Karena sama-sama berurusan dengan kebenaran untuk memberi pencerahan kepada publik, maka kampus dan media memang sudah seharusnya bekerja sama,” ujarnya.

Menurutnya, sebagai universitas riset, UNDIP terus mendorong agar hasil penelitian tidak berhenti pada publikasi ilmiah semata, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.Baca Juga: Empat Pilar Layanan Pertamina Papua-Maluku Siaga Ramadhan-Idulfitri: SPBU 24 Jam, Serambi MyPertamina, hingga Promo MyPertamina Hemat

“Proses reproduksi ilmu pengetahuan yang dilakukan di universitas harus berujung pada manfaat nyata bagi masyarakat. Itulah mengapa inovasi menjadi napas para ilmuwan UNDIP untuk berkarya,” tambahnya.

Dalam kegiatan tersebut, salah satu inovasi yang dipaparkan adalah produk Nutri Sun D3, yaitu makanan pendamping ASI (MPASI) berbasis bahan pangan lokal yang dikembangkan untuk membantu pencegahan stunting sekaligus menjadi alternatif pangan dalam situasi darurat bencana.Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Papua-Maluku Jamin Stok Energi Aman Jelang Idulfitri 1447 H, Antisipasi Lonjakan Konsumsi BBM dan LPG

Produk tersebut merupakan hasil penelitian yang diketuai oleh Gemala Anjani bersama tim peneliti dari Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran UNDIP, antara lain Fitriyono Ayustaningwarno dan Ahmad Syauqy.

Dr. Fitriyono menjelaskan bahwa stunting merupakan gangguan pertumbuhan akibat kekurangan gizi kronis pada 1.000 hari pertama kehidupan yang dapat berdampak pada kemampuan kognitif, perkembangan fisik, hingga produktivitas saat dewasa.Baca Juga: Posko Lebaran Bandara Ahmad Yani Semarang Siaga, Penumpang Diprediksi Naik 5 Persen

“Produk Nutri Sun D3 ini merupakan MPASI yang dapat digunakan untuk membantu mencegah stunting pada bayi dan balita, sekaligus dapat dimanfaatkan sebagai pangan darurat pada situasi bencana,” jelasnya.

Produk ini diformulasikan dari berbagai bahan bergizi seperti isolat protein kedelai, ubi sebagai sumber karbohidrat, serta sayuran seperti bayam dan brokoli yang diperkaya vitamin D3 untuk mendukung sistem imun dan pertumbuhan anak.Baca Juga: Bazar Pangan Murah Nasari Diserbu Warga, 1.050 Paket Sembako Ludes di Tiga Daerah

Keunggulan utama produk tersebut adalah penggunaan teknologi freeze drying atau pengeringan beku bersuhu rendah. Teknologi ini memungkinkan kandungan gizi, warna, dan rasa bahan pangan tetap terjaga sekaligus memperpanjang masa simpan produk.

Menurut Dr. Fitriyono, produk ini juga telah diuji coba dalam situasi darurat bencana banjir di Sumatera Barat pada 2025.Baca Juga: Sejumlah Mantan Dubes Bertemu Jusuf Kalla, Bahas Konflik Timur Tengah dan Dampak Ekonomi Global

Halaman:

Tags

Terkini