Prestasi Membanggakan Diraih Tim Selokan Mataram UGM Dalam Kompetisi Rencana Pengembangan Panas Bumi

Photo Author
Philipus Anton, Suara Pembaruan
- Jumat, 13 Maret 2026 | 13:13 WIB
Tim Selokan Mataram raih peringkat 2 GDPC. dok. humas UGM
Tim Selokan Mataram raih peringkat 2 GDPC. dok. humas UGM

Yogyakarta, SUARA PEMBARUAN - Mahasiswa Universitas Gadjah Mada yang tergabung dalam tim Selokan Mataram dari Fakultas Teknik (FT) UGM berhasil meraih Juara 2 dalam ajang Geothermal Development Plan Competition (GDPC) yang berlangsung pada 20–22 Februari lalu di Kampus ITB, Bandung. Kompetisi berskala internasional ini merupakan bagian dari rangkaian Integrated Petroleum Festival (IPFEST) ITB 2026 yang diikuti mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Para praktisi industri energi seperti Chevron, INPEX Geothermal, PT Geo Dipa Energi, dan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk turut menjadi tim penilai pada babak final, sehingga kompetisi ini menjadi ruang uji gagasan yang dekat dengan praktik dan kebutuhan industri panas bumi.

Tim Selokan Mataram terdiri dari tiga mahasiswa angkatan 2023, yakni Muhammad Nabil Hafiz (Teknik Mesin), Abdi Yuridan Arsya (Teknik Mesin), Jihan Fathin Salsabila (Teknik Geologi), serta satu mahasiswa angkatan 2024, Lailum Lutvi Sahrudin (Teknik Geologi). Tim ini mengusung karya tulis bertajuk “Feasibility Study: Patuha Geothermal Field Development” yang berfokus pada perencanaan strategis pengembangan Lapangan Panas Bumi Patuha dengan mempertimbangkan aspek teknis, ekonomi, serta mitigasi risiko dalam pengelolaan sumber daya panas bumi. Kolaborasi antara disiplin teknik mesin dan geologi menjadi kekuatan utama dalam menyusun analisis yang lebih komprehensif, mulai dari pemahaman karakteristik reservoir hingga rancangan sistem pembangkit.

Jihan menjelaskan bahwa proses pengerjaan proyek ini menuntut tim untuk memahami sistem panas bumi secara menyeluruh, mulai dari karakteristik geologi bawah permukaan hingga aspek rekayasa produksi energi. Kompetisi ini tidak hanya menilai kemampuan analisis teknis, tetapi juga kemampuan menyusun strategi pengembangan yang realistis dan dapat diterapkan pada kondisi lapangan yang kompleks. Menurutnya, pengembangan panas bumi tidak hanya berkaitan dengan perhitungan potensi energi, tetapi juga bagaimana mengelola ketidakpastian dan risiko teknis agar strategi pengembangan yang diusulkan tetap aplikatif dalam skenario industri nyata.

Dalam tahap awal analisis, tim menggunakan pendekatan 3G yang mengintegrasikan data geologi, geofisika, dan geokimia untuk membangun model konseptual sistem panas bumi. Data geologi digunakan untuk memahami struktur batuan, litologi, serta sistem patahan yang berperan dalam pergerakan fluida panas bumi. Sementara itu, data geofisika dimanfaatkan untuk mengidentifikasi anomali resistivitas dan struktur bawah permukaan yang berkaitan dengan zona reservoir. Analisis geokimia dilakukan untuk menilai karakteristik fluida panas bumi melalui komposisi kimia, temperatur reservoir, serta indikasi interaksi fluida dengan batuan. Integrasi ketiga komponen tersebut digunakan untuk menyusun model konseptual reservoir yang menggambarkan hubungan antara sumber panas, jalur permeabilitas, serta zona akumulasi fluida.

Model konseptual ini kemudian menjadi dasar dalam tahap resource assessment atau pengkajian sumber daya. Dalam tahap ini, tim menggunakan metode probabilistik melalui simulasi Monte Carlo untuk menghitung estimasi potensi sumber daya panas bumi sekaligus memetakan tingkat ketidakpastian data yang tersedia. Simulasi ini memungkinkan analisis berbagai skenario parameter reservoir seperti temperatur, ketebalan reservoir, luas area produktif, serta faktor recovery. Dengan pendekatan probabilistik tersebut, tim dapat memperoleh distribusi kemungkinan nilai sumber daya dan mengidentifikasi tingkat risiko pengembangan proyek secara lebih terukur.

Hasil analisis tersebut kemudian digunakan sebagai dasar dalam penyusunan strategi pengembangan lapangan. Tim mengusulkan pendekatan phased development atau pengembangan bertahap untuk meminimalkan risiko investasi serta memungkinkan evaluasi teknis pada setiap fase pengembangan. Pada tahap eksplorasi teknis, tim merekomendasikan penggunaan metode slim hole drilling, yaitu pengeboran berdiameter kecil yang lebih efisien secara biaya namun tetap mampu memberikan informasi penting mengenai temperatur reservoir, tekanan, serta karakteristik permeabilitas formasi.

Untuk tahap produksi energi, tim mengusulkan penggunaan sistem pembangkit Dry Steam Condensing yang dinilai paling sesuai dengan karakteristik reservoir Lapangan Patuha yang didominasi uap kering. Dalam sistem ini, uap panas bumi dari sumur produksi langsung dialirkan ke turbin untuk menghasilkan energi mekanik yang kemudian dikonversi menjadi energi listrik melalui generator. Setelah melewati turbin, uap akan didinginkan di dalam kondensor untuk meningkatkan efisiensi siklus termodinamika serta menjaga stabilitas tekanan sistem. Pemilihan teknologi ini dipertimbangkan berdasarkan efisiensi konversi energi, kesesuaian dengan karakteristik fluida reservoir, serta aspek operasional jangka panjang.

Selain mempertimbangkan aspek teknis dan ekonomi, tim juga memasukkan prinsip Keselamatan, Kesehatan Kerja, Keamanan, dan Lingkungan (K4L) dalam setiap tahap perencanaan proyek. Setiap skenario pengembangan ditinjau kembali untuk memastikan bahwa kegiatan eksplorasi, pengeboran, hingga produksi energi tetap memperhatikan keselamatan pekerja, pengelolaan emisi, serta perlindungan terhadap ekosistem di sekitar area operasi. Bagi tim, pengembangan energi terbarukan tidak hanya berfokus pada produksi energi bersih, tetapi juga harus sejalan dengan tanggung jawab sosial dan keberlanjutan lingkungan.

Melalui pengalaman mengikuti kompetisi ini, para mahasiswa memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai keterkaitan antara kajian akademik dan praktik industri dalam pengembangan energi panas bumi. Kompetisi ini juga menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengembangkan pendekatan analitis yang terintegrasi, sekaligus memahami tantangan teknis dan ekonomi dalam mendukung transisi energi di Indonesia menuju pemanfaatan sumber energi yang lebih berkelanjutan.

Editor: Philipus Anton

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X