Sejumlah Mantan Dubes Bertemu Jusuf Kalla, Bahas Konflik Timur Tengah dan Dampak Ekonomi Global

Photo Author
M Kiblat Said, Suara Pembaruan
- Jumat, 13 Maret 2026 | 08:25 WIB
Pengurus Indonesian Council on World Affairs (ICWA), dipimpin ketua umumnya, Al Busyra Basnur, bertemu Jusuf Kalla di kediamannya di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (12/3/2026) malam. (Ist)
Pengurus Indonesian Council on World Affairs (ICWA), dipimpin ketua umumnya, Al Busyra Basnur, bertemu Jusuf Kalla di kediamannya di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (12/3/2026) malam. (Ist)

 

ICWA Dorong Pemerintah Indonesia Kaji Kembali Keikutsertaannya dalam BOP 

JAKARTA - SUARA PEMBARUAN - Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla, menerima kunjungan sejunmlah mantan duta besar (Dubes) yang tergabung dalam pengurus Indonesian Council on World Affairs (ICWA), dipimpin ketua umumnya, Al Busyra Basnur, di kediamannya di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (12/3/2026) malam. Pertemuan tersebut membahas perkembangan situasi global, khususnya konflik di Timur Tengah serta peran diplomasi Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia.

Dalam pertemuan itu, ICWA menyampaikan sejumlah pandangan terkait dinamika internasional, termasuk perkembangan konflik di Timur Tengah, serangan Israel yang didukung Amerika Serikat (USA) terhadap Iran, serta peran diplomasi Indonesia di kawasan tersebut.

Al Busyra Basnur mengatakan Indonesia memiliki potensi besar untuk berperan lebih aktif dalam upaya penyelesaian konflik internasional. Salah satu gagasan yang disampaikan adalah penyelenggaraan konferensi tingkat tinggi darurat oleh Gerakan Non-Blok.

Menurutnya, Indonesia memiliki pengalaman panjang dalam diplomasi perdamaian dan memiliki kredibilitas untuk memfasilitasi dialog internasional.

“Indonesia memiliki kemampuan, kredibilitas, dan kapasitas untuk menyelenggarakan konferensi internasional yang bermuara pada perdamaian,” kata Al Busyra.

Ia juga menegaskan bahwa komunitas internasional masih menaruh harapan besar kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai lembaga multilateral utama dalam mendorong kemerdekaan dan kedaulatan Palestina.

Dampak Ekonomi Global

Sementara itu, Jusuf Kalla menyebut konflik yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat membawa dampak ekonomi global, termasuk bagi Indonesia.

Menurutnya, kenaikan harga minyak dunia akibat ketegangan geopolitik akan berdampak pada subsidi energi dan biaya logistik.

“Akibat masalah Timur Tengah antara Iran, Israel, dan Amerika itu berdampak ke seluruh negara di dunia, bukan hanya Indonesia,” ujarnya.

Ia menjelaskan kenaikan harga minyak dapat memengaruhi berbagai sektor ekonomi, mulai dari nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hingga pergerakan pasar saham.

“Efeknya ke mana-mana, termasuk subsidi, logistik, nilai tukar rupiah, sampai saham,” kata Kalla.

Halaman:

Editor: M Kiblat Said

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Rekomendasi

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB
X