Bengkulu, suarapembaruan.news-Sebanyak 12 kelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) periode 102 Universitas Bengkulu (Unib), merupakan KKN Tematik Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) menggelar expo produk Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM), serta pertujukan kebudayaan lokal Tari Berendai.
Kegiatan expo UMKM dan pertujukan kebudayaan lokal tersebut, digelar di lapangan Kecamatan Air Napal, Kabupaten Bengkulu Utara, dibuka Camat Air Napal, Amir Mahmud, serta dihadiri Kapolsek, Danramil, serta tokoh masyarakat dan tokoh adat dari desa-desa setempat.
Kemudian hadir juga para Dosen Pendamping Lapangan (DPL) KKN dari Unib, serta puluhan mahasiswa yang sedang melaksanakan KKN Tematik MBKM di 12 desa se Kecamatan Air Napal.
Baca Juga: Wujudkan Good Governance, Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro Restrukturisasi Pemerintahan Desa
Dalam expo ini masing-masing stand memamerkan aneka macam produk UMKM dari desa tempat mahasiswa KKN yang telah dilakukan pembinaan dan penguatan. Seperti dari Desa Talang Kering, ada produk batik KaGaNgo yang sangat potensial untuk dikembangkan, ada juga berbagai kuliner, masakan dan minuman khas dari desa masing-masing, serta berbagai hasil perkebunan dan pertanian.
Koordinator DPL KKN Kecamatan Air Napal, Yayah Chanafiah sekaligus sebagai Ketua Pusat Studi Peranan Gender dan Keluarga di Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) Unib mengatakan, pelaksanaan expo produk UMKM dan kebudayaan lokal ini baru pertama kali dilaksanakan sepanjang pelaksanaan KKN Universitas Bengkulu.
"Ini baru pertama kali kita laksanakan. Mulai KKN periode ke-102 ini, kita melaksanakan expo produk UMKM dan kebudayaan di seluruh kecamatan yang menjadi lokasi KKN. Kegiatan ini sebagai puncak kegiatan KKN, dimana para mahasiswa memamerkan produk-produk UMKM yang mereka bina dan telah diberi penguatan-penguatan,” ujar Yayah Chanafiah seperti dikutif laman Unib.ac.id, Rabu (14/8/20024).
Baca Juga: Ganjar Pranowo Tinjau Lokasi KKN UGM di Kampung Lalang Batu Bara
Kenapa produk UMKM dipamerkan kepada khalayak, kata Yayah, hal itu bertujuan agar produk-produk UMKM yang ada di desa-desa dapat diketahui oleh masyarakat luas, serta menarik minat masyarakat agar mau membeli dan memanfaatkan produk tersebut.
"Sesuai dengan tema KKN Tematik ini, yaitu Mengoptimalkan Potensi Lokal untuk Mendukung Peningkatan Ekonomi Masyarakat dan Memajukan Dunia Pariwisata di Kabupaten Bengkulu Utara. Para mahasiswa, tidak hanya melakukan pembinaan dan penguatan terhadap produk lokal, tapi juga ikut memperkenalkan, mensosialisasikan serta memasarkan, agar produk tersebut mendatangkan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat desa," paparnya.
Selain itu, KKN periode 102 ini merupakan KKN Tematik MBKM yang dijadikan sarana transformasi pendidikan tinggi dalam meningkatkan kulitas dan kompetensi mahasiswa. Melalui kegiatan ini, para mahasiswa tidak hanya mendapatkan 4 sks seperti biasanya, tapi kegiatan KKN ini dapat direkognisi dan dikonversi ke dalam 6–10 sks mata kuliah, khususnya bagi program studi-program studi yang melakukan pengakuan.
Baca Juga: 82 Mahasiswa UGM dan Universitas Bengkulu KKN di Pulau Enggano
"Jadi, melalui kegiatan ini semua aspek kita sinergikan. Masyarakat mendapat pendampingan dan pembinaan, bahkan sampai pada tahap sosialisasi dan promosi produk. Sementara mahasiswa juga bisa mendapatkan pengakuan konversi nilai mata kuliah dari program studinya,” ujar Yayah Chanafiah, seraya mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah mensukseskan expo UMKM dan kebudayaan lokal ini.
Camat Air Napal Amir Mahmud memberikan apresiasi kepada 12 kelompok KKN Tematik Unib yang telah melaksanakan pembinaan kepada masyarakat desa agar mampu mengoptimalkan produk-produk UMKM dan kebudayan lokal.
Artikel Terkait
Cegah Longsor, Tim KKN UNS Tanam Pohon di Desa Trengguli Karanganyar
Hasrullah Penggagas KKN Kebangsaan Dinobatkan Jadi Tokoh Pendidikan
Ini Teh Limbah Kulit Buah Nanas Hasil Racikan Mahasiswa KKN Undip
7.254 Mahasiswa Undip Dilepas Ikuti KKN di 12 Daerah
Jambore Petani Cilik Semarang, Para Pelajar Bangga Pamerkan Aneka Kreasi Makanan Hasil Urban Farming