Cegah Longsor, Tim KKN UNS Tanam Pohon di Desa Trengguli Karanganyar

Photo Author
Administrator, Suara Pembaruan
- Rabu, 16 Agustus 2023 | 04:34 WIB
Tim KKN UNS berfoto bersama perangkat Desa Trengguli, sebelum melakukan kegiatan penanaman 100 bibit pohon di titik rawan bencana tanah longsor. Foto: dok TIM KKN UNS.
Tim KKN UNS berfoto bersama perangkat Desa Trengguli, sebelum melakukan kegiatan penanaman 100 bibit pohon di titik rawan bencana tanah longsor. Foto: dok TIM KKN UNS.

Karanganyar, suarapembaruan.news - Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Kelompok 20 melakukan penanaman 100 pohon di Desa Trengguli, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah Senin (14/08/2023). Hal itu dilakukan untuk mencegah terjadinya tanah longsor.

Penanggungjawab kegiatan, Immanuel Satrio Putro Sulistyoaji menjelaskan, Desa Trengguli yang berada di kaki Gunung Lawu, menjadi daerah berpotensi rawan bencana tanah longsor yang cukup tinggi. Salah satu faktor yang mendukung terjadinya bencana tanah longsor yakni erosi tanah akibat aliran air.

‘’Air yang menggerus lereng-lereng gunung mengakibatkan lerengnya menjadi semakin curam dan memicu terjadinya longsor. Lahan yang gundul akan lebih mudah terkikis karena tidak ada akar yang menahan stuktur tanah,’’ kata Satrio, Rabu (16/8).

Tasya Alecia Simbolon, salah satu mahasiswa KKN menambahkan, program kerja Tim KKN UNS bertajuk ”Penanaman dan Penghijauan Kembali dalam Usaha Pencegahan Bencana Tanah Longsor di Desa Trengguli, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah” bertujuan untuk tanggap bencana tanah longsor.

‘’Program kerja ini dilaksanakan dengan melakukan penanaman 100 bibit pohon pada titik koordinat rawan bencana Desa Trengguli yakni di Dusun Sekarang dan Dusun Girimulyo. Dua jenis bibit pohon yang ditanam yakni 50 bibit mete dan 50 bibit pete dari Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Solo. Pemilihan kedua bibit tanaman tersebut bertujuan untuk memperkuat struktur tanah yang rawan longsor,’’ papar mahasiswa Semester VII FH UNS itu.

Satrio menyampaikan terima kasih dn apresiasi kepada pihak-pihak yang telah membantu menyukseskan program kerja tersebut, yakni Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Solo yang telah memberikan bantuan berupa 100 bibit tanaman secara gratis serta Kepala Desa Trengguli beserta jajarannya yang telah mendukung program kerja ini dapat terlaksana dengan baik. (SPnews/Stefy Thenu)

 

Editor: Administrator

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Rekomendasi

Terkini

X