Baca Juga: JK: Akar Konflik Papua Hanya Karena Salah Sangka
Tak hanya itu, Wali Kota perempuan pertama di Kota Semarang ini juga tak malu untuk bertanya kepada para senior maupun dosen jika terdapat hal yang tidak ia ketahui.
"Kita harus mau belajar dengan senior kita, belajar dari pengajar dan dosen. Saya bahkan tidak malu belajar dari Pak Bambang Pramusinto. Walaupun beliaunya kepala dinas atau jajaran saya tapi beliau lebih senior dari saya kalau urusan doktor atau pendidikan," imbuh dia.
Baca Juga: Perayaan Hari Kartini dan Pawai di atas Kapal Pesiar di Jerman
Tak sampai di situ, Mbak Ita juga tak malu untuk bertanya jika memiliki kendala dalam pembuatan jurnal-jurnal dan disertasi.
"Di Pemerintah Kota Semarang ini kan banyak contohnya, seperti Mas Safrinal doktor ahli lingkungan. Saat saya mengambil disertasi terkait Kota Lama Semarang. Beliau yang doktor ahli lingkungan sangat membantu. Ya gak perlu malu untuk belajar dengan teman maupun staf kita atau eselon II, gak perlu malu. Jangan merasa kita yang paling pinter," pungkasnya.*
Artikel Terkait
Wisuda 2.848 Lulusan, Rektor: Jadilah Alumni yang Berintegritas dan Cepat Memperoleh Pekerjaan
Muladi Dome Jadi Ikon Baru UNDIP
Ketua Muda TUN MA Terima Gelar Profesor Kehormatan UNDIP
Keren! Wali Kota Semarang Mbak Ita Lulus Doktor Undip dengan Predikat Summa Cumlaude
Wisuda Doktor sebagai Lulusan Terbaik, Mbak Ita Berharap Wisudawan Berikan Kontribusi Lebih untuk Masyarakat