Fakultas Kehutanan dan Pertanian UGM Masuk Peringkat 151 - 200 Dunia

Photo Author
Philipus Anton, Suara Pembaruan
- Sabtu, 4 April 2026 | 13:47 WIB
Fakultas Pertanian UGM. Dok. Humas UGM
Fakultas Pertanian UGM. Dok. Humas UGM

Yogyakarta, SUARA PEMBARUAN - Universitas Gadjah Mada kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional melalui pemeringkatan QS World University Rankings (WUR) by Subject 2026. Pada bidang Agriculture and Forestry, UGM berhasil mempertahankan posisinya di kelompok peringkat 151–200 dunia selama tiga tahun berturut-turut, sebuah capaian yang mencerminkan konsistensi dan peningkatan kualitas akademik di bidang tersebut.

Jika menilik ke belakang, pada tahun 2023 UGM masih berada di rentang 201–250 dunia, tepatnya di posisi 212. Namun sejak 2024 hingga 2026, peringkat tersebut meningkat dan stabil di kelompok 151–200, dengan posisi terbaru di peringkat 171 dari total 476 universitas di seluruh dunia. Secara regional, pencapaian ini menempatkan UGM di posisi ke-35 di Asia, peringkat ke-6 di ASEAN, serta peringkat ke-2 di tingkat nasional.

Dekan Fakultas Pertanian UGM, Jaka Widada, menyampaikan rasa syukur atas hasil yang diraih. Ia menegaskan bahwa capaian ini merupakan buah dari kerja keras seluruh sivitas akademika, mulai dari dosen, peneliti, tenaga kependidikan, mahasiswa, hingga dukungan alumni. Menurutnya, keberhasilan ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan riset di tingkat global.

Hal serupa juga disampaikan oleh jajaran Fakultas Kehutanan UGM yang menilai bahwa pencapaian ini menunjukkan semakin kuatnya posisi UGM dalam lanskap akademik internasional, khususnya pada klaster agro dan kehutanan. Peningkatan tersebut tidak lepas dari berbagai indikator penilaian yang terus menunjukkan tren positif.

Berdasarkan data dari QS WUR, terdapat kenaikan signifikan pada indikator citations per paper dan international research paper sejak 2023. Skor citations per paper meningkat dari 66,5 menjadi 67,5 pada tahun 2026. Sementara itu, indikator international research paper mengalami lonjakan dari 25,7 menjadi 40,5 dalam periode yang sama. Hal ini menunjukkan semakin tingginya dampak dan kolaborasi riset UGM di tingkat internasional.

Untuk mencapai posisi tersebut, Fakultas Pertanian UGM secara aktif mendorong peningkatan kualitas dan kuantitas publikasi ilmiah di jurnal bereputasi internasional. Berbagai program pendukung seperti hibah penelitian, klinik penulisan jurnal, hingga insentif publikasi disediakan guna meningkatkan jumlah sitasi dari komunitas ilmiah global.

Selain itu, penguatan jejaring akademik internasional menjadi strategi penting yang terus dikembangkan. UGM memperluas kerja sama dengan berbagai universitas dan lembaga riset dunia melalui program pertukaran dosen dan mahasiswa, kehadiran profesor tamu dari luar negeri, penyelenggaraan konferensi internasional, serta riset kolaboratif. Upaya ini dinilai mampu meningkatkan reputasi akademik UGM di mata dunia.

Di sisi lain, arah riset juga terus diperbarui dengan fokus pada isu-isu strategis global seperti ketahanan pangan, pertanian adaptif terhadap perubahan iklim, serta inovasi agroteknologi. Pendekatan ini membuat kontribusi UGM semakin relevan dengan tantangan masa depan sekaligus mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.

Meski demikian, tantangan ke depan masih cukup besar. Untuk menembus peringkat 100 besar dunia, UGM perlu terlebih dahulu menembus rentang 101–150 dan bersaing dengan universitas unggulan di kawasan. Dengan tren peningkatan yang konsisten serta strategi yang terarah, UGM optimistis dapat terus memperbaiki posisinya dan memperkuat eksistensinya di tingkat global.

Editor: Philipus Anton

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X