Pemerintah Resmikan 16 Sekolah Garuda, Ciptakan Talenta Unggul dari Daerah 3T

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Kamis, 9 Oktober 2025 | 06:01 WIB
Foto Ilustrasi - Sekolah Garuda adalah bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang digagas Presiden Prabowo Subianto. (Unsplash/Fajar Herlambang STUDIO)
Foto Ilustrasi - Sekolah Garuda adalah bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang digagas Presiden Prabowo Subianto. (Unsplash/Fajar Herlambang STUDIO)

Jakarta, SUARA PEMBARUAN -  Pemerintah resmi meluncurkan 16 Sekolah Garuda yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto, sebagai upaya mempercepat pemerataan pendidikan unggul di seluruh pelosok Tanah Air.

Inisiatif ini sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam mencetak generasi cerdas, berkarakter, dan kompetitif, terutama bagi anak-anak di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendikti Saintek) Fauzan menjelaskan bahwa Sekolah Garuda dirancang khusus untuk menjaring siswa-siswa dengan potensi akademik tinggi dari daerah 3T.

“Sekolah Garuda semangatnya memberikan akses kepada anak-anak di wilayah 3T yang memiliki kompetensi unggul,” ujar Fauzan saat menghadiri peresmian di Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur.

Karena menargetkan peserta didik berprestasi, proses seleksi masuk dilakukan secara ketat bagi lulusan SMP atau sederajat. Seleksi ini menjadi kunci untuk memastikan bahwa sekolah tersebut benar-benar menjadi pusat pembinaan talenta unggul nasional dari berbagai penjuru Indonesia.

Selain menghadirkan fasilitas modern dan kurikulum berbasis data, Sekolah Garuda juga menerapkan pendekatan ekosistem pembelajaran inklusif. Artinya, kegiatan belajar tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga mencakup pelatihan kepemimpinan, pengembangan karakter, hingga kegiatan pengabdian masyarakat.

Di sisi lain, pemerintah juga terus menjalankan program Sekolah Rakyat (SR) yang lebih berfokus pada pemerataan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Menurut Fauzan, semangat Sekolah Rakyat berbeda namun saling melengkapi dengan Sekolah Garuda. “Sekolah Rakyat semangatnya adalah memberikan pendidikan kepada anak-anak yang kurang mampu secara umum,” ujarnya.

Jika Sekolah Garuda membina siswa-siswa berpotensi tinggi dari daerah 3T, maka Sekolah Rakyat memastikan tidak ada anak Indonesia yang tertinggal secara pendidikan karena alasan ekonomi.


Keduanya menjadi dua jalur berbeda menuju satu tujuan: pendidikan untuk semua. Sekolah Rakyat memperluas akses, sementara Sekolah Garuda menyiapkan kader-kader unggulan yang siap bersaing di level nasional maupun global.

Dalam peluncuran perdananya, pemerintah memperkenalkan 16 Sekolah Garuda yang tersebar di berbagai daerah.


Sebanyak 12 sekolah merupakan hasil transformasi dari sekolah unggulan yang sudah ada, seperti:

SMAN 10 Fajar Harapan (Aceh)

SMA Unggul Del (Sumatera Utara)

Halaman:

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X