JAKARTA, SUARA PEMBARUAN NEWS - Staf Ahli Kementerian Komunikasi dan Digital Dwi Santoso mengatakan, manusia sudah melewati banyak era kemajuan teknologi. Mulai dari era plastik, era microchip, hingga saat ini era Artificial Intelligence (AI).
“Bagaimana pun pesatnya perkembangan teknologi AI, manusia tidak akan bisa tergantikan oleh AI. Sentuhan dan perasaan manusia akan selalu dibutuhkan karena teknologi tidak akan bisa memberikan hal tersebut,” ujar Dwi dalam sambutannya saat peresmian peluncuran Program Studi Magister Desain Universitas Multimedia Nusantara (UMN) di Menara Kompas, Palmerah, Jakarta, Kamis (10/7/2025).
Dwi menegaskan, teknologi hanya membantu secara logika, data, skala dan lain-lainnya. Namun secara estetika dan perasaan hanya bisa didapatkan dari manusia.
Menurutnya, perkembangan teknologi saat ini sangat pesat. Salah satu teknologi Generative A yang kita kenal yakni aplikasi ChatGPT.
Teknologi generative AI ini mengumpulkan data-data dari internet dan diringkas diberikan kepada manusia.
“Jadi semua hal yang kita upload ke media sosial itu masuk ke big data internet. Maka dari hal ini manusia tidak akan bisa digantikan oleh AI”, ucap Dwi.
Baca Juga: Menuju World Class University, UMN Buka Program Studi Baru Magister Desain
Rektor UMN Andrey Andoko mengatakan, UMN melalui program pascasarjananya resmi meluncurkan Program Studi Magister Desain.
Peluncuran program studi ini menjadi langkah strategis UMN dalam menjawab kebutuhan industri desain masa kini yang kian kompleks, dan menuntut pendekatan yang inovatif, berkelanjutan, dan berbasis teknologi.
Andrey mengatakan, program studi Magister Desain berfokus pada visi berkelanjutan. Program studi memberikan perhatian khusus pada konsep Sustainable ICT dan Sustainable Business Design dengan pendekatan Interdisipliner.
“Diharapkan program studi Magister Desain akan menghasilkan lulusan yang dapat menjadi creativepreneur, praktisi dan pemimpin, atau peneliti ahli, khususnya dalam bidang desain yang berkelanjutan,” tutur Andrey.
Baca Juga: Gubernur Jatim: Penyakit Kusta Sering Dianggap Kutukan Tuhan
Sementara itu, Ketua Yayasan Multimedia Nusantara Teddy Suryanto menjelaskan, UMN didirikan pada tahun 2006 oleh Kompas Gramedia sebagai wujud nyata komitmen dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
Artikel Terkait
UMN Kukuhkan 2 Guru Besar, Langkah Nyata Dorong Kemajuan Pendidikan di Indonesia
UMN dan DQLab Luncurkan AI Training Center
Wisuda XXVIII, Andrey: Lulusan UMN Harus Siap Hadapi Tantangan Dunia Profesional