Tiga Dosen Akuntansi FEB Unhas Dikukuhkan Sebagai Guru Besar

Photo Author
M Kiblat Said, Suara Pembaruan
- Selasa, 6 Mei 2025 | 09:09 WIB
Tiga Guru Besar FEB Unhas yang dikukuhkan, Selasa, 6 Mei 2025, Darmawati, Amiruddin dan Grace T. Ponto. (Ist)
Tiga Guru Besar FEB Unhas yang dikukuhkan, Selasa, 6 Mei 2025, Darmawati, Amiruddin dan Grace T. Ponto. (Ist)

Sistem ERP menjadi tulang punggung SIA, menawarkan manfaat seperti informasi real-time, efisiensi, fleksibilitas, dan peningkatan transparansi serta kontrol internal. Namun, proses transformasi ini menghadapi berbagai tantangan teknis seperti integrasi sistem lama dan risiko keamanan, serta tantangan perilaku seperti resistensi terhadap perubahan dan rendahnya adaptabilitas.

Prof. Grace yang pernah menjabat sebagai Kepala Laboratorium Akuntansi FEB itu menegaskan bahwa dalam menghadapi transformasi ini, rekomendasi strategis yang mencakup penguatan pendidikan, dukungan organisasi profesi, dan peningkatan kompetensi individu.

Dengan pendekatan yang manusiawi dan teknologi sebagai mitra, akuntan dapat tetap relevan di era Society 5.0. Sebagai penutup, menegaskan bahwa teknologi bukan ancaman tetapi peluang bagi akuntan untuk berevolusi dan memberikan kontribusi yang signifikan bagi masyarakat.

Diharapkan wawasan ini dapat memotivasi lebih banyak individu untuk berperan aktif dalam memajukan profesi akuntansi di masa depan. Transformasi sistem informasi akuntansi berbasis ERP (Enterprise Resource Planning) telah memungkinkan integrasi data antar unit organisasi secara komprehensif.

ERP memperkuat pengendalian internal dan efisiensi proses pelaporan, sekaligus membuka jalan bagi otomatisasi fungsi keuangan, pelacakan anggaran, dan peningkatan akurasi dalam penyusunan laporan. Penerapan sistem ERP yang terhubung dengan modul keuangan, manajemen aset, dan pengadaan juga mendorong peningkatan transparansi dan akuntabilitas institusi.

Ditengah dinamika global yang terus berubah, akuntansi sebagai sistem informasi keuangan tidak bisa lagi dipahami secara statis. Akuntansi berkembang dan bertransformasi seiring dengan perubahan lingkungan eksternal, baik dari sisi teknologi, ekonomi, sosial, maupun regulasi. Setiap perubahan yang terjadi di lingkungan tersebut mendorong profesi dan praktik akuntansi untuk menyesuaikan diri agar tetap relevan dan mampu menjawab tantangan zaman.

Merespon fenomena perubahan lingkungan dan transformasi akuntansi khususnya akuntansi pemerintahan menjadi perhatian Prof. Darmawati sebagaimana diungkapkan pada pidato pengukuhan guru besarnya.

Menurut Darmawati, reformasi akuntansi pemerintahan penting dalam mewujudkan tata kelola keuangan negara yang transparan dan akuntabel di era digital. Akuntansi pemerintahan tidak hanya sebagai alat pencatatan, namun juga sebagai mekanisme untuk membangun kepercayaan publik, mendukung pengambilan keputusan, dan mencegah penyalahgunaan keuangan negara.

Lebih jauh sekretaris departemen akuntansi tersebut memaparkan sejarah panjang akuntansi pemerintahan Indonesia, mulai dari masa kolonial hingga diberlakukannya sistem akuntansi berbasis akrual, serta platform digital seperti SPAN, SAKTI, dan SIPKD.

Peraturan baru seperti PP No. 1 Tahun 2024 disorot sebagai tonggak harmonisasi fiskal nasional yang mendorong penggunaan teknologi digital dalam pengelolaan keuangan negara baik pada tingkat pusat maupun tingkat daerah.

Reformasi akuntansi pemerintahan harus diarahkan pada tiga pilar utama: transparansi, akuntabilitas, dan kepercayaan publik. Dengan dukungan penelitian dan kolaborasi lintas sektor, akuntansi pemerintahan dapat menjadi penggerak utama tata kelola keuangan yang berkeadilan dan berkelanjutan serta dapat mencegah fraud atas pengelolaan keuangan negara. (SP.news)

Halaman:

Editor: M Kiblat Said

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Rekomendasi

Terkini

UGM Raih Pendanaan Riset PKM Terbanyak Nasional

Selasa, 2 Juni 2026 | 19:42 WIB
X