Tiga Dosen Akuntansi FEB Unhas Dikukuhkan Sebagai Guru Besar

Photo Author
M Kiblat Said, Suara Pembaruan
- Selasa, 6 Mei 2025 | 09:09 WIB
Tiga Guru Besar FEB Unhas yang dikukuhkan, Selasa, 6 Mei 2025, Darmawati, Amiruddin dan Grace T. Ponto. (Ist)
Tiga Guru Besar FEB Unhas yang dikukuhkan, Selasa, 6 Mei 2025, Darmawati, Amiruddin dan Grace T. Ponto. (Ist)

MAKASSAR - SUARA PEMBARUAN - Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Hasanuddin (Unhas) Makasaar mengantar tiga dosennya untuk dikukuhkan sebagai guru besar, Selasa (6/5/2025).

Ketiga guru besar yang dikukuhkan menjelang 77 tahun usia FEB tersebut adalah Prof. Dr. Amiruddin, SE.,Ak., M.Si., CA., CPA (guru besar bidang audit laporan keuangan), Prof. Dr. Grace Theresia Pontoh, SE.,Ak., M.Si., CA (guru besar ilmu sistem informasi akuntansi) dan Prof. Dr. Darmawati, SE., Ak., M.Si., CA., CRA., Asean CPA, (guru besar bidang ilmu akuntansi pemerintahan).

Ketiga guru besar yang telah berkarya puluhan tahun tersebut menyimpulkan bahwa perkembangan teknologi digital telah mengubah secara fundamental lanskap akuntansi, baik di sektor publik maupun swasta.

Di era transformasi digital ini, sistem informasi akuntansi tidak lagi hanya berfungsi sebagai alat pencatatan transaksi keuangan, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam memastikan integritas, efisiensi, serta akuntabilitas lembaga.

Artificial Intelligence (AI), Enterprise Resource Planning (ERP), dan reformasi kebijakan akuntansi kini menjadi komponen kunci dalam upaya mewujudkan tata kelola keuangan yang lebih transparan dan berkelanjutan.

Prof. Amiruddin mengungkapkan salah satu isu paling krusial dalam praktik akuntansi adalah fraud atau kecurangan laporan keuangan, yang berdampak serius terhadap kredibilitas informasi keuangan dan kepercayaan publik.

Teknologi Artificial Intelligence (AI) kini digunakan secara luas untuk mendeteksi pola anomali, prediksi perilaku manipulatif, dan menganalisis data keuangan secara real-time guna mengidentifikasi indikasi kecurangan secara dini.

Berbagai studi menunjukkan bahwa penerapan AI dalam audit dan pelaporan keuangan mampu meningkatkan efektivitas pengawasan internal serta menurunkan risiko fraud yang sulit dideteksi secara manual. Lebih lanjut dijelaskan bahwa penerapan kecerdasan buatan (AI) dalam audit bukan untuk menggantikan auditor manusia, melainkan untuk mendukung kerja mereka secara strategis. Auditor tetap penting karena mampu memberikan analisis mendalam dan pemahaman konteks berdasarkan pengalaman.

Sementara itu, AI membantu memproses data dalam jumlah besar dengan cepat dan akurat, sehingga bisa mendeteksi potensi kecurangan lebih efisien. Kolaborasi antara AI dan auditor dapat meningkatkan efektivitas audit, memperkuat transparansi, dan mempercepat identifikasi risiko.

Dengan kemajuan teknologi, kerja sama ini menjadi solusi untuk menghadapi tantangan audit yang makin kompleks. AI berperan sebagai alat bantu, agar auditor dapat lebih fokus pada strategi dan memberi nilai tambah bagi klien serta pemangku kepentingan.

Namun demikian, menurut dosen yang pernah menjabat sebagai ketua departemen akuntansi tersebut mengungkapkan bahwa adopsi teknologi AI tidak terlepas dari berbagai tantangan yang perlu diatasi. Tantanganya meliputi kebutuhan akan data berkualitas tinggi, ketidakpastian dalam menghadapi pola kecurangan baru, serta isu keamanan data dan privasi.

Selain itu, keterbatasan sumber daya manusia yang memiliki keahlian dalam bidang AI, biaya investasi yang tinggi, dan regulasi yang belum sepenuhnya jelas turut menjadi hambatan dalam implementasi AI.

Untuk mengatasi tantangan tantangan ini, diperlukan strategi yang komprehensif, termasuk pengembangan teknologi yang lebih adaptif, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan pembentukan kebijakan yang mendukung inovasi teknologi.

Senada dengan itu, Prof. Grace mengungkapkan bahwa AI IoT, dan big data menjadi pusat perhatian untuk menciptakan sistem yang efisien dan manusia-sentris. Peran akuntan mengalami transformasi signifikan, dari tugas manual menuju peran strategis sebagai analis dan mitra manajemen.

Halaman:

Editor: M Kiblat Said

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Rekomendasi

Terkini

UGM Raih Pendanaan Riset PKM Terbanyak Nasional

Selasa, 2 Juni 2026 | 19:42 WIB
X