Tentang “hakikat perang “ , mayoritas filsuf di dunia ini menentang perang . “ Tidak ada contoh bangsa yang diuntungkan dari peperangan yang berkepanjangan “ tulis Sun Tzu ( 544-396 SM) dalam The Art of War. Beberapa ribu tahun kemudian filsuf berkebangsaan Prancis Jean- Jacques Rousseau ( 1712-1778 ) menggambarkan akibat peperangan dengan cara yang menunjukan bahwa sangat sedikit yang berubah : “ saya melihat api dan kobaran api, pedesaan yang sepi, desa-desa dijarah.
Saya menjadi saksi pemandangan pembunuhan, sepuluh ribu orang dibantai, yang mati ditumpuk bersama, yang sekarat diinjak-injak.......dimana-mana terlihat kematian dan penderitaan “ ( The State of War hlm. 609 ).
Baca Juga: Ekspor RI ke Afghanistan Naik 361 Persen Jadi US$2,28 Juta
Mari kita tunggu apa yang terjadi dan akan terjadi sebelum atau setelah Trump dilantik pada tanggal 20 Januari 2025 nanti sebagai Presiden Amerika Serikat ke-47. Semoga bau asap, mesiu dan bau anyir darah tidak ada lagi di atas bumi ini.
Bekasi, 14 November 2024
*Penulis adalah pemerhati masalah sosial dan kemanusiaan.