Hegemoni Kekuasaan Jokowi: Membongkar Pengkhinatan Melalui lensa Althusserian

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Sabtu, 30 November 2024 | 10:06 WIB

Jokowi berhasil menggunakan ISA untuk menciptakan legitimasi politiknya, tetapi langkah ini melemahkan institusi-institusi ideologis seperti partai politik dan koalisi.

RSA digunakan untuk mengendalikan oposisi dan memastikan stabilitas kekuasaannya, meskipun hal ini merusak demokrasi substantif.

Untuk melawan ancaman ini, rakyat, terutama pemuda dan mahasiswa, harus menjadi subjek yang sadar ideologi.Baca Juga: Angka Golput Tinggi, Itu Kurang Bagus

Mereka harus membangun gerakan kolektif yang mampu menantang hegemoni ideologi Jokowi dan mengembalikan demokrasi Indonesia pada jalur yang lebih inklusif dan substantif.

Hanya dengan begitu, ISA dan RSA dapat berfungsi sesuai dengan tujuan awalnya: melayani rakyat, bukan kekuasaan individual.*

Penulis Alumni Mahasiswa Filsafat UIN Sunan Kalijaga dan Aktivis NU

Halaman:

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Sapi Banpres dan Hikmah dari Dusun Ngumpul

Senin, 1 Juni 2026 | 11:20 WIB

Kebijakan Penghematan BBM dari Sisi Transportasi

Senin, 13 April 2026 | 07:05 WIB

“Untal Malang” ke Otonomi Guru

Jumat, 10 April 2026 | 14:27 WIB

Quo Vadis Tata Kelola PNBP Kepelabuhanan

Rabu, 1 April 2026 | 10:24 WIB
X