Oleh Shohibul Kafi
Louis Althusser, filsuf strukturalis Marxis, memperkenalkan konsep Aparatus Ideologi Negara (ISA) dan Aparatus Represif Negara (RSA) sebagai alat analisis untuk memahami bagaimana kekuasaan dipertahankan dalam masyarakat.
Dalam konteks politik Indonesia, langkah-langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) terhadap PDI Perjuangan, Presiden Prabowo Subianto, Koalisi Indonesia Maju (KIM), dan rakyat Indonesia dapat dianalisis melalui lensa teori ini.Baca Juga: 1 Desember Seluruh Masyarakat Wajib Menjaga Kedamaian dan Tidak Terpengaruh Isu Sesat
Jokowi dituduh memanfaatkan ISA untuk membangun hegemoni ideologisnya, sambil menggunakan RSA untuk mengamankan kekuasaan melalui kontrol represif.
Pengkhianatan terhadap PDI Perjuangan: Penguasaan ISA Partai Politik
PDI Perjuangan adalah salah satu Aparatus Ideologi Negara yang merepresentasikan ideologi nasionalis progresif warisan Bung Karno.Baca Juga: KPU Kota Bengkulu Mulai Laksanakan Rekapitulasi Suara Hasil Pilkada Tingkat Kecamatan
Melalui partai ini, Jokowi naik ke panggung politik nasional. Namun, setelah menjabat sebagai presiden, Jokowi dianggap melakukan pengkhianatan dengan melemahkan ideologi partai demi kepentingan pragmatis.
Dalam teori Althusser, partai politik sebagai ISA berfungsi mereproduksi ideologi negara dan menjaga loyalitas terhadap ideologi tersebut.Baca Juga: DPRD Provisi Bengkulu Setujui dan Sahkan APBD 2025
Jokowi, dalam pandangan ini, justru membajak ISA ini untuk membangun citra personalnya. Ia mempromosikan putranya Gibran Rakabuming Raka, yang tidak melalui proses kaderisasi PDI Perjuangan, sehingga melemahkan struktur internal partai.
Hal ini menunjukkan bahwa Jokowi memanfaatkan partai bukan sebagai alat ideologi, melainkan sebagai kendaraan politik sementara yang bisa ditinggalkan setelah mencapai tujuannya.Baca Juga: Perbaikilah Citra Polri, Jangan Pikir untuk Bernaung di Departemen Dalam Negeri
Akibatnya, PDI Perjuangan, yang seharusnya menjadi penjaga ideologi Bung Karno, berpotensi kehilangan arah. Langkah Jokowi ini menunjukkan bagaimana ISA partai politik dapat diinstrumentalisasi untuk kepentingan individu, bukan ideologi kolektif.
Pengkhianatan terhadap Prabowo Subianto: Kontrol melalui RSA yang Terselubung
Presiden Prabowo Subianto adalah sekutu politik Jokowi dalam Koalisi Indonesia Maju. Namun, melalui lensa Althusser, hubungan ini dapat dilihat sebagai cara Jokowi menggunakan Aparatus Represif Negara untuk mengendalikan sekutunya.Baca Juga: Proklamasi Negara Papua Yang Menakutkan Bagi Pemerintah
RSA, seperti militer dan institusi keamanan, biasanya digunakan untuk memastikan stabilitas kekuasaan. Dalam kasus ini, Jokowi tampaknya mengintegrasikan Prabowo ke dalam lingkaran kekuasaannya untuk mereduksi ancaman politik.
Artikel Terkait
Jokowi Dukung Artis Ini Jadi Bupati Usai Tampil Heboh saat Debat Pilkada 2024, Terbaru Minta Tolong Kementan Soal Darurat Pupuk
Jokowi Shalat Jumat Bersama Luthfi-Yasin di Masjid Agung Al Aqsha Klaten
Ribuan Warga Klaten Sambut Pawai ke-5 Jokowi dan Luthfi-Yasin
Pawai Jokowi dan Luthfi-Yasin, UMKM Klaten Raup Untung Jutaan Rupiah
Respon soal Keterlibatan Jokowi, Ahmad Luthfi: Beliau Masyarakat Biasa