Dalam pesta lomban terkandung beberapa nilai pendididkan dan nasihat yang bis akita petik. Di antaranya, pentingnya menjaga silaturahmi, sikap kekeluargaan, perlunya gotong-royong, perlunya rekreasi, dan pentingnya menjaga keseimbangan kehidupan dengan alam.
Tradisi Syawalan atau bakda kupat yang diwariskan sejak masa penyebaran Islam di Nusantara, khususnya Pulau Jawa, yang masih dipertahankan oleh masyarakat hingga sekarang ternyata memberikan pesan dan nasihat yang bijak kepada kita. Kita memiliki tanggung jawab untuk melestarikan dan melanjutkan tradisi baik ini sebagai bagian dari kearifan lokal (local wisdom).*
Dr. Sukarjo Waluyo, S.S., M.Hum., adalah Ketua Departemen Susastra, FIB UNDIP
Artikel Terkait
BMKG: Waspada Fenomena Supermoon dan Rob Jelang Idul Fitri
Pemkot Semarang Gelar Sholat Idul Fitri dan Open House di Balaikota
Shalat Idul Fitri di Simpang Lima Semarang, Nana: Mohon Maaf Lahir dan Batin
Nana Sudjana Open House Idul Fitri, Bangun Kebahagiaan untuk Seluruh Masyarakat
Mudik Idul Fitri, Tetirah Singkat Kembali ke Titik Nol