BMKG: Waspada Fenomena Supermoon dan Rob Jelang Idul Fitri

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Minggu, 7 April 2024 | 21:41 WIB
BMKG
BMKG

Semarang, suarapembaruan.newsBMKG meminta masyarakat Kota Semarang, khususnya yang berada di wilayah pesisir untuk waspada akan adanya aktifitas pasang air laut yang berpotensi menyebabkan banjir pesisir atau rob.

Peringatan kewaspadaan ini berlaku mulai Minggu, 7 April 2024 pukul 16.00 - 20.00 WIB.

Koordinator Observasi dan Informasi BMKG, Ganis Erutjahjo mengungkapkan, banjir rob ini dapat berdampak pada terganggunya transportasi di sekitar pelabuhan dan pesisir, aktifitas petani garam serta bongkar muat di pelabuhan.

Baca Juga: Ini Pusat Kemacetan Sektor Wisata di Jatim

"Kami juga mengimbau masyarakat selalu waspada dan siaga dengan selalu memperhatikan update informasi BMKG guna mengantisipasi dampak dari banjir rob ini," ungkap Ganis, Minggu (7/4).

Informasi senada juga disampaikan Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, yang menginformasikan adanya fenomena supermoon atau purnama sempurna pada 9 April 2024 atau sehari jelang Idul Fitri.

Lebih lanjut, Dwikorita menjelaskan fenomena ini berpotensi menyebabkan pasang maksimum mengingat posisi bulan terdekat dengan bumi sehingga memiliki daya gravitasi terkuat pula.

Baca Juga: Muhammadiyah dan Pemerintah Idul Fitri 10 April

Kewaspadaan akan air pasang tak hanya berlaku bagi wilayah Kota Semarang saja, melainkan juga pada berbagai wilayah pesisir Indonesia. Dwikorita mengatakan, di Tanjung Priok, peluang pasang maksimum pada 10 April 2024 dengan ketinggian maksimum mencapai 1 meter.

"Di sini kita lihat di Tanjung Priok, perlu diwaspadai peluang pasang maksimum pada 10 April dengan nilai pasang maksimum 1 meter," imbuh Dwikorita.

Sementara, di Banyuwangi pada tanggal yang sama, ketinggian maksimal diprediksi mencapai 2,56 meter, di pesisir Cilegon ketinggian mencapai 1,04 meter dan Tanjung Perak mencapai 2,55 meter.

Baca Juga: Pertamina Gandeng BAZNAS Kumpulkan Zakat Kolektif

Fenomena supermoon juga diprediksi menjadikan langit malam akan lebih terang dari biasanya. Hal ini disebabkan lintasan bulan mengelilingi bumi tidak bulat sempurna namun cenderung elips atau lonjong dan bisa disaksikan di seluruh wilayah Indonesia.*

Artikel Selanjutnya

Banjir Rob Landa Pesisir Gresik

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB
X