Semarang, suarapembaruan.news - Aslamiah, warga RT 9/3 Kelurahan Siwalan, Kecamatan Gayamsari, tampak sumringah usai membayar Rp 5.000 untuk menebus beras 2,5 kg.
"Alhamdulillah, saya senang sekali bisa beli beras 2,5 kg dengan bayar hanya Rp 5.000, seikhlasnya. Dengan ini sangat terbantu," ungkapnya, dalam acara Tebus Paket Suka-suka di Balai Kelurahan Pandean Lamper, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang, Rabu (3/4).
Ia mengaku, biasanya membeli beras Rp 16.000 per kg, namun dengan tebus suka-suka ini bisa mendapatkan beras jauh lebih terjangkau.
"Terima kasih untuk pemerintah sudah membuat program ini," katanya.
Senada dengannya, Sriyani, warga Kelurahan Pandean Lamper juga bersyukur bisa ikut tebus murah bayar seikhlasnya.
Baca Juga: Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat, Kapolri: Wujudkan Mudik Yang Aman dan Nyaman
"Alhamdulillah bisa nebus murah, meskipun sekarang beras mahal. Ini tadi bayar Rp 5.000. Semoga bantuan seperti ini lebih masif lagi, jangan hanya di kelurahan tapi di RT RW juga," tuturnya.
Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menggelar tebus paket suka-suka khusus bagi warga terdampak banjir di tiga kecamatan, Gayamsari, Genuk, dan Kecamatan Semarang Utara.
Warga bisa membayar sukarela atau seikhlasnya untuk mendapatkan beras 2,5 kg.
Baca Juga: Pemudik Diminta Waspadai Gelombang Tinggi di Pantura dan Pansela Jawa
Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu berharap, kegiatan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat terdampak banjir.
"Semoga menjelang Hari Raya Idul Fitri ini, bisa membantu masyarakat terdampak dan menggunakannya untuk memenuhi kebutuhan Lebaran," kata Mbak Ita, sapaannya di sela kegiatan.
Menurutnya, tujuan dari tebus suka-suka, sebenarnya untuk memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa meski dalam kondisi terdampak banjir masih bisa berbagi.
Artikel Terkait
Pangdam Puji Program Pak Rahman Pemkot Semarang
Gandeng Bank Indonesia, Pemprov Jateng Gelar Gerakan Pasar Murah Serentak di 4 Kota, Kendalikan Harga Beras
Antisipasi Harga Naik,Pemkot Bengkulu Salurkan Beras SPHP Lewat Pasar Murah
Bazar Ramadan dan Gerakan Pasar Murah Disambut Antusias Warga Kota Semarang
Gencar GPM dan Pak Rahman, Semarang Jadi Kota IHK dengan Inflasi Terendah di Jateng