Muhammadiyah dan Pemerintah Idul Fitri 10 April

Photo Author
M Kiblat Said, Suara Pembaruan
- Minggu, 7 April 2024 | 16:53 WIB
Prof.Dr.K.H.Haedar Nashir, M.Si, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhamnadiyah. (Ist)
Prof.Dr.K.H.Haedar Nashir, M.Si, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhamnadiyah. (Ist)

 

Yogyakarta – Suarapembaruan.news.
Muhammadiyah mengumumkan, hari raya Idul Fitri akan jatuh pada Rabu, 10 April 2024. Kemungkinan bersamaan dengan keputusan 1 Syawal 1445 H yang akan ditetapkan pemerintah setelah sidang isbat, 9 April nanti.

“Insya Allah Muhammadiyah akan ber-Idulfitri pada 10 April 2024 dan tampaknya Idul fitri akan sama antara pemerintah dan Muhammadiyah,” kata Prof.Dr.K.H.Haedar Nashir, M.Si, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Menurutnya, memang ada perbedaan pada awal Ramadan antara Muhammadiyah dan pemerintah tahun 2024, masyarakat tidak perlu bingung. Ramadan-nya beda, tapi Idulfitri-nya sama karena ada perbedaan cara penetapan, jelas Haedar di Kantor PP Muhammadiyah, Yogyakarta, Sabtu (6/4/2024).

Terlepas sama maupun beda, Haedar meyakini seluruh lapisan masyarakat mampu menjaga toleransi.

“Sama maupun berbeda insya Allah kita sudah masuk pada fase saling memahami dan toleransi,” ujarnya.

Kalender Hijriah Global

Untuk menyatukan dan mengakhiri masalah perbedaan itu, Muhammadiyah terus mengampanyekan terwujudnya Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

KHGT diharapkan tidak hanya berlaku untuk Indonesia saja, melainkan untuk umat Islam di seluruh dunia sehingga perbedaan itu tidak terus berulang.

“Sehingga nanti satu tanggal baru itu berlaku untuk di semua negara. Seperti kalender masehi yang tidak ada perbedaan,” kata dia.

Selama masih menggunakan kalender sesuai negara masing-masing, Muhammadiyah memandang perbedaan dalam menentukan waktu-waktu penting umat Islam kemungkinan besar bakal terus terjadi.

Dalam kesempatan itu, Haedar berharap praktik ibadah selama Ramadan mampu menumbuhkan sikap masyarakat dalam menghormati perbedaan.

Puasa Ramadan, menurut dia, sejatinya bukan sekadar mengubah waktu makan, namun juga meningkatkan ketakwaan dan kesalehan umat Muslim. (SP.news/MK Said)

Editor: M Kiblat Said

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Rekomendasi

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB
X