Mudik dan Kearifan Budaya Kita

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Rabu, 10 April 2024 | 08:35 WIB
DR Sukarjo Waluyo
DR Sukarjo Waluyo


Dalam peristiwa budaya tersebut, kita sangat penting untuk memahami makna simbolik di balik tindakan-tindakan seperti bersilaturahmi, bermaaf-maafan, dan merayakan perayaan Idul Fitri di kampung halaman. Selanjutnya, Geertz juga menekankan konteks lokal dalam memahami praktik budaya. Hal ini berarti penting bagi kita untuk memahami bagaimana tradisi tersebut dijalankan secara khas di berbagai daerah di Indonesia.


Dengan memahami perspektif Geertz tentang makna simbolik dan konteks lokal dalam praktik budaya, kita dapat melihat bagaimana orang-orang mudik tidak hanya terkait dengan kebutuhan fisik atau praktis semata. Lebaran mengandung makna sosial, budaya, dan spiritual yang dalam bagi masyarakat Indonesia. Para pemudik rindu akan salat Idul Fitri  di desa tempat mereka tumbuh, bersalam-salaman, berziarah, dan menikmati ketupat dan opor, dan beromantisme dengan kenangan tempo dulu.


Orang Jawa juga mengenal istilah tetirah. Istilah Jawa tersebut telah masuk sebagai salah satu kata KBBI. Tetirah adalah salah satu konsep kearifan lokal (local genius) sebagai pencermin identitas budaya masyarakat Jawa. Tetirah memiliki arti dalam kelas kata kerja (verba) sehingga menyatakan suatu tindakan, keberadaan, pengalaman, atau pengertian yang dinamis lainnya. Orang Jawa yang bekerja dan hidup di kota tetap memiliki hubungan dengan desa asal mereka, tetapi tidak bisa pulang setiap waktu.

 

Bagi mereka, desa laksana “pintu imajinatif” yang tidak begitu saja mudah buka-tutup setiap waktu. Pintu imajinatif tersebut memiliki jadwal kapan orang kota bisa memasukinya dan disambut seperti keluarga kehormatan, seperti momen Idul Fitri, nyadran, atau sedekah desa. Bagi orang kota, mudik Idul Fitri juga sering dijadikan saat untuk tetirah yang singkat. Orang Jawa memaknai Lebaran sebagai momentum “kembali ke titik nol.” *

 

Dr. Sukarjo Waluyo, S.S., M.Hum.
Ketua Departemen Susastra, FIB UNDIP

Halaman:

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Sapi Banpres dan Hikmah dari Dusun Ngumpul

Senin, 1 Juni 2026 | 11:20 WIB

Kebijakan Penghematan BBM dari Sisi Transportasi

Senin, 13 April 2026 | 07:05 WIB

“Untal Malang” ke Otonomi Guru

Jumat, 10 April 2026 | 14:27 WIB

Quo Vadis Tata Kelola PNBP Kepelabuhanan

Rabu, 1 April 2026 | 10:24 WIB
X