Extra Flight Mengalir ke Manado: Mengurai Tantangan Mobilitas Nataru

Photo Author
Redaksi, Suara Pembaruan
- Jumat, 14 November 2025 | 10:38 WIB
Bram Hertasning  (dok pribadi )
Bram Hertasning (dok pribadi )


Oleh Bram Hertasning


Setiap akhir tahun, sektor penerbangan nasional memasuki periode paling sibuknya. Lonjakan perjalanan pada masa Natal dan Tahun Baru (Nataru) merupakan fenomena tahunan yang terus berulang dan menjadi tantangan besar bagi pengelola transportasi udara.Baca Juga: Bunda PAUD Provinsi Bengkulu Raih Penghargaan Nasional Tahun 2025

Masyarakat melakukan mobilitas dalam jumlah besar—baik untuk mudik, berwisata, menghadiri kegiatan keagamaan, maupun sekadar menikmati libur panjang—sehingga kebutuhan penerbangan meningkat tajam dibanding hari biasa.

Dalam situasi tersebut, maskapai dan otoritas penerbangan wajib memastikan kapasitas tetap tersedia, harga tiket terkendali, dan yang paling penting, operasi tetap berlangsung aman serta lancar.Baca Juga: TKD Dipangkas Rp 347 Miliar, Pemprov Bengkulu Tetap Fokus Program Jalan Mulus

Manado menjadi salah satu kota yang merasakan dampak besar dari lonjakan permintaan tersebut. Sebagai pintu gerbang utama di wilayah Sulawesi Utara, Bandara Sam Ratulangi mengalami peningkatan pergerakan penumpang yang signifikan selama musim Nataru.

Rute-rute domestik menuju dan dari Manado cenderung meningkat popularitasnya, terutama karena kota ini menjadi destinasi wisata, pusat kegiatan keagamaan, hingga lokasi berbagai event nasional. Tantangan terbesarnya adalah memastikan penambahan extra flight yang memadai tanpa membuat operasional bandara terganggu atau mengorbankan aspek keselamatan penerbangan.Baca Juga: Gubernur Bengkulu Bentuk Tim Investigasi Usut Dugaan TPPO terhadap Warga Seluma Meninggal di Jepang

Pada masa libur Nataru, permintaan perjalanan udara bisa melompat jauh melampaui kebutuhan pada hari normal. Hal ini membuat extra flight menjadi instrumen penting bagi maskapai untuk mengantisipasi lonjakan penumpang.

Rute-rute jarak jauh dari Manado yang menggunakan pesawat jet menunjukkan tingginya intensitas pergerakan, dengan berbagai operator seperti Batik Air, Citilink, Garuda Indonesia, Lion Air, Transnusa, hingga Super Air Jet yang masing-masing mengoperasikan penerbangan dalam jumlah cukup besar setiap minggu.Baca Juga: Bandara Ahmad Yani Semarang Naikkan Trafik, Buka Rute Langsung ke Singapura Desember Ini

Variasi operator ini menandakan besarnya potensi pasar di Manado dan menjadikan bandara sebagai salah satu simpul strategis dalam jaringan penerbangan domestik.

Namun, penyelenggaraan extra flight juga dipengaruhi oleh kondisi ekonomi pada 2025. Berdasarkan data nasional, jumlah penumpang domestik menurun 6,13 persen pada periode Januari–Juli 2025.Baca Juga: Satgas Cs-137 Tegaskan Produk Charoen Pokphand Aman dan Bebas Radioaktif

Penurunan ini dipicu oleh sejumlah faktor, seperti tarif batas atas yang tidak berubah meski biaya operasional meningkat tajam. Kondisi tersebut membuat sejumlah rute domestik menjadi kurang menguntungkan bagi maskapai. Jika beban operasional tidak sebanding dengan pendapatan, maskapai dapat mengurangi frekuensi atau bahkan menghentikan layanan pada rute tertentu.Baca Juga: Gubernur Bengkulu Bentuk Tim Investigasi Usut Dugaan TPPO terhadap Warga Seluma Meninggal di Jepang

Selain itu, kebijakan pembatasan perjalanan dinas serta melemahnya daya beli masyarakat memperkecil permintaan di sejumlah wilayah.

Meski begitu, tren pada periode Nataru tetap menunjukkan pertumbuhan positif. Data Buku Statistik Angkutan Udara 2024 mencatat kenaikan pesawat berangkat sebesar 2,99 persen dan kenaikan penumpang berangkat sebesar 4,75 persen pada Nataru 2024/2025 dibandingkan tahun sebelumnya.Baca Juga: Bengkulu Media Summit 2025, Pertama di Sumatera Berlangsung Sukses

Tren ini memperlihatkan bahwa meski permintaan harian bisa turun, permintaan musiman—terutama pada akhir tahun—tetap kuat dan menjadi pendorong utama aktivitas penerbangan domestik.

Di rute Manado, peningkatan ini terlihat semakin jelas. Tingginya permintaan perjalanan selama liburan, ditambah event-event besar, memperkuat posisi Manado sebagai salah satu hub domestik regional.Baca Juga: ICW Kritik Pemerintah, Proyek Whoosh Tunjukkan Lemahnya Perencanaan dan Kajian Utang

Halaman:

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Sapi Banpres dan Hikmah dari Dusun Ngumpul

Senin, 1 Juni 2026 | 11:20 WIB

Kebijakan Penghematan BBM dari Sisi Transportasi

Senin, 13 April 2026 | 07:05 WIB

“Untal Malang” ke Otonomi Guru

Jumat, 10 April 2026 | 14:27 WIB

Quo Vadis Tata Kelola PNBP Kepelabuhanan

Rabu, 1 April 2026 | 10:24 WIB
X