Menang Hampa, Kalah Luka

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Kamis, 18 September 2025 | 06:13 WIB
Sri Hartono (dok.pri)
Sri Hartono (dok.pri)


Rumah besar Indonesia kini retak di sana-sini. Retakan itu hanya bisa diperbaiki bila penjaga dan penghuni, TNI dan rakyat, bekerja sama, dan bukan saling menuding. Aktivis seperti Ferry Irwandi bukanlah anarkhi yang hendak meruntuhkan rumah, melainkan penghuni yang gelisah karena dinding rumahnya retak.


Dan syukurlah, sebelum lembar dakwaan diajukan, dan sebelum palu hakim diketuk, TNI dan Ferry akhirnya memilih jalan yang lebih bijak: berdamai. Jalan damai itu bukan tanda kelemahan, melainkan wujud kekuatan nyata. Dalam perdamaian tersebut terdapat sebuah pengakuan bahwa kehormatan tentara tidak akan runtuh hanya karena kritik seorang rakyat jelata. Terdapat pula di dalamnya suara rakyat tidak akan hilang hanya karena rasa takut.


Dengan perdamaian itu, luka bisa diobati, asa dan rasa saling percaya bisa dirajut kembali. TNI dan bangsa ini bisa melangkah lebih mantap menghadapi musuh sejatinya. Karena sejatinya, yang dibutuhkan oleh Indonesia bukanlah kemenangan semu yang ekslusif dan hampa, melainkan persatuan kokoh yang memberi harapan.*

 

Hartono Sri Danan Djoyo, adalah guru dan aktivis Gerakan Jalan Lurus. 

Halaman:

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Sapi Banpres dan Hikmah dari Dusun Ngumpul

Senin, 1 Juni 2026 | 11:20 WIB

Kebijakan Penghematan BBM dari Sisi Transportasi

Senin, 13 April 2026 | 07:05 WIB

“Untal Malang” ke Otonomi Guru

Jumat, 10 April 2026 | 14:27 WIB

Quo Vadis Tata Kelola PNBP Kepelabuhanan

Rabu, 1 April 2026 | 10:24 WIB
X