Selamat Jalan Jendral Syafruddin Kambo, Sahabat Para Wartawan

Photo Author
M Kiblat Said, Suara Pembaruan
- Jumat, 21 Februari 2025 | 17:21 WIB
Alm. Komjen Pol (P) Dr.H. Syafruddin Kambo,M.Si. (Ist)
Alm. Komjen Pol (P) Dr.H. Syafruddin Kambo,M.Si. (Ist)

Masih teringat benar ketika almarhum menjabat sebagai Kalemdiklat Polri dengan pangkat Komjen berbicara kepada saya bahwa ia menolak tawaran Presiden Jokowi untuk menjabat sebagai Kapolri.

Mendengar cerita almarhum saya sebagai orang yang sekampung dengan almarhum dari Sulawesi Selatan menyatakan keberatan kepada beliau karena belum pernah ada seorang perwira tinggi asal Sulawesi Selatan pada waktu itu yang menjadi Kapolri. Ia pun berkata kepada saya bahwa tidak usah kita berkeinginan untuk menjadi Kapolri yang perlu kita ingat bagaimana membangun kampung halaman di Sulawesi. Dia pun mengatakan kepada saya ia sangat bercita-cita untuk menjadi Gubernur Sulawesi Barat dan saya mengatakan, apa untungnya untuk menjabat sebagai Gubernur Sulawesi Barat ia menertawai saya dan mengatakan pengetahuan anda ternyata sangat dangkal karena di Sulawesi Barat ada satu areal kawasan tambang minyak yang melebihi luas tambang minyak di Arab Saudi itulah yang saya cita-citakan agar saya bisa menjadi Gubernur di Sulawesi Barat.

Selain itu ia menyebutkan bahwa kalau jabatan Kapolri tidak dipegang olehnya toh ada orang Sulawesi Selatan yang nanti akan menjadi Kapolri ternyata prediksi itu benar karena setelah Tito selesai menjabat sebagai Kapolri ia digantikan oleh Jenderal Polisi Idham Aziz seorang perwira tinggi Polri asal Sulawesi Selatan dan ia buktikan dari cerita yang diberikan pada saya. Dan ia juga membuktikan bahwa dirinya kelak akan menjadi salah seorang menteri di era kepemimpinan Jokowi dan hal itu dibuktikannya ketika ia menjadi Menteri Penertiban Aparatur Negara. Yang tidak bisa dibuktikan adalah ia menjadi Gubernur Sulawesi Barat yang menurutnya kampung halaman orang tuanya itu terdapat tambang minyak yang sangat luas yang sangat melebihi dari tambang minyak yang ada di Arab Saudi.

Selain teladan yang ditunjukkan bahwa almarhum perwira tinggi tidak serakah dengan jabatan ia pun memperlihatkan dirinya sebagai seorang perwira tinggi yang sangat hormat kepada orang tuanya khususnya kepada Ibunda tercinta.
Ketika ibunya tiba di Jakarta dengan mempergunakan pesawat dari Makassar pada pagi hari ia sudah ada di bandara menunggu kedatangan Ibunda yang tercinta walaupun pada waktu itu pangkatnya Komisaris Jenderal. Satu teladan yang sangat jarang kita dapati pada diri seorang jenderal bahwa ia sangat hormat kepada orang tuanya khususnya kepada ibu tercinta.
Selamat jalan kawanku Komjen Pol (purn) Syafrudin, cita-citamu untuk membangun kampung halaman Sulawesi Barat semoga dapat ilhami oleh pejabat Gubernur Sulawesi Barat yang terpilih saat ini.
Sayangmu kepada wartawan yang ada di Polda Metro Jaya tidak pernah kami lupakan selama hayat dikandung badan. Engkau begitu peduli kepada wartawan Polda Metro Jaya, engkau juga peduli dengan pemberitaan kami jika kami melenceng dari aturan.
Engkau patut diberi pena emas atas pengabdianmu yang tidak pernah kami wartawan lupakan.
Selamat jalan jenderal ku, sahabag wartawan.(***)

Halaman:

Editor: M Kiblat Said

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Rekomendasi

Terkini

Sapi Banpres dan Hikmah dari Dusun Ngumpul

Senin, 1 Juni 2026 | 11:20 WIB

Kebijakan Penghematan BBM dari Sisi Transportasi

Senin, 13 April 2026 | 07:05 WIB

“Untal Malang” ke Otonomi Guru

Jumat, 10 April 2026 | 14:27 WIB

Quo Vadis Tata Kelola PNBP Kepelabuhanan

Rabu, 1 April 2026 | 10:24 WIB
X