Bencana ini tidak boleh berhenti di angka kematian dan nama di koran.
Tidak cukup dengan tenda, sembako, dan janji pemulihan.
Yang dibutuhkan adalah:
* Pembenahan lingkungan — penghentian perusakan alam, konservasi hutan, pencegahan eksploitasi
* Tanggung jawab nyata — restitusi, rumah layak, fasilitas publik, dukungan psikologis, masa depan bagi korban
* Kesadaran kolektif — bahwa alam adalah rumah kita bersama, bukan monumen eksploitasi
Kalau tidak, maka 836 jiwa hanyalah awal. Jeritan itu bisa terulang — dengan nama berbeda, wajah berbeda, tapi kesedihan yang sama.
Semoga kita tidak membiarkan suara mereka hilang di antara debu dan air yang surut.
Semoga kita belajar — dan menjaga.