Ibu… Ibu di Mana?” — Ratapan dan Luka dari Banjir-Longsor Sumatra 2025

Photo Author
Bangun P Lubis, Suara Pembaruan
- Jumat, 5 Desember 2025 | 13:49 WIB

Statistik itu bisa memberi angka.

Tapi tangisan — mereka memberi rasa.

Dan rasa ini harus diingat. Karena manusia bukan cuma data. Mereka punya nama, wajah, dan cerita.

Seruan: Rekam Nama Mereka — Abadikan Luka & Suara Mereka

Kita tidak boleh biarkan nama-nama mereka hilang dalam puing.

Tulis. Dokumentasikan. Sebarkan.

Supaya ingatan kolektif ini tidak memudar — dan agar kemanusiaan kita tetap terjaga.

Setiap korban adalah:

* Seorang ibu yang tak bisa menimang bayinya lagi,

* Seorang ayah yang kehilangan anaknya,

* Seorang pasangan yang berpisah selamanya,

* Seorang warga yang kehilangan rumah, tanah, dan akar.

Baca Juga: 100 Ribu Butir Telur Asin Dikirim untuk Korban Banjir di Sumatera dan Aceh

Luka mereka adalah cermin kita — pengingat agar manusia, lingkungan, dan keadilan hidup bersama.

Penutup: 836 Jiwa — Tapi Janji & Kebijakan yang Harus Segera Ditepati

Halaman:

Editor: Bangun P Lubis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB
X