Baca Juga: Wagub Mian Dukung Kegiatan Natal Pemuda dan Pelajar se-Provinsi Bengkulu
Bencana Bukan Sekadar Alam — Tapi Dampak dari Perusakan Lingkungan
Para pengamat lingkungan menyebut: bencana ini bukan semata hujan deras.
Ini buah dari kerusakan alam — deforestasi, izin tambang dan konversi lahan atas nama keuntungan.
Penebangan hutan, perusakan wilayah tangkapan air, hilangnya penyangga alami — membuat Sumatra makin rentan saat hujan datang.
Ketika hujan ekstrem turun, hutan yang sudah “miskin akar”, tanah yang kehilangan daya serap, sungai yang meluap — semuanya berubah jadi bom waktu.
Banjir dan longsor kali ini bukan kebetulan. Ini peringatan — keras, pedih, dan mematikan.
Ketika Tangisan Lebih Jujur daripada Statistik & Rapor Kebijakan
Di ruang konferensi pers, pejabat memaparkan statistik: korban, jumlah bantuan, alokasi dana, janji pemulihan.
Baca Juga: Korem 041 Gamas Bengkulu Salurkan Bantuan Kemanusian Bagi Korban Banjir Sumbar
Tapi di desa-desa yang hancur — tangisan itu lebih jujur:
Anak yang memanggil ibu.
Ibu yang mendekap gendongan kosong.
Ayah yang menggali tanah putus asa.
Istri yang terus mencari suami.