Sederet Fakta Menarik Soal Program 3 Juta Rumah di Era Prabowo, Salah Satunya Pakai Lahan Sitaan Koruptor

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Selasa, 19 November 2024 | 15:38 WIB
Marurar Sirait saat bersama Jaksa Agung.
Marurar Sirait saat bersama Jaksa Agung.

"60 persen berarti 600 hektar. Enam ratus hektar itu kalau bisa dibangun tipe yang paling kecil, 36 (meter persegi), 60 (meter persegi) bisa jadi berapa rumah?" ujarnya.

Maruarar juga memastikan perhitungannya itu hanya dari satu kasus penyitaan lahan koruptor di Kejagung.

"Betul nggak 60 ribu (unit) angkanya? Oke, sekitar segitu. Itu baru satu kasus, satu koruptor," tandasnya.

Erick Thohir Siapkan Lahan BUMN Untuk Program 3 Juta Rumah

Dalam kesempatan berbeda, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pernah mengatakan pemerintah telah memetakan lahan-lahan milik BUMN yang dapat mendukung program 3 juta rumah.Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku Gelar Latihan Simulasi OKD Level 1,

Erick Thohir juga menegaskan telah menyediakan lahan BUMN untuk program 3 juta rumah yang dijalankan oleh Kementerian PKP.

Menteri BUMN mengungkap hal itu saat melakukan diskusi bersama Maruarar Sirait selaku Menteri PKP.Baca Juga: Luthfi-Yasin Sapa Ribuan Kader Golkar di Tegal Sambil Borong Produk UMKM

"Kita mapping dulu, di mana lahan-lahan BUMN yang bisa mendukung daripada tadi, yang namanya percepatan perumahan," ujar Erick kepada wartawan di Kantor BUMN, Jakarta, pada Jumat, 15 November 2024.

200 Hektar Lahan Sitaan Koruptor dari Kejagung

Maruarar Sirait pernah menjelaskan upaya pemerintah dalam pemanfaatan tanah sitaan dari koruptor yang menjadi perumahan rakyat.Baca Juga: Warga Blora Antusias Sambut Pawai Jokowi dan Luthfi-Yasin

Menteri PKP itu juga mengungkap telah berkoordinasi dengan Jaksa Agung, Sinitiar Burhanuddin.

"Dalam dua minggu ini, saya ketemu dengan Jaksa Agung (Sanitair Burhanuddin), dua kali rapat kabinet untuk mengobrol, dan dua kali datang di Kantor Kejagung," ujar Maruarar di acara Developer Gathering di Menara BTN, Jakarta, pada Jumat, 8 November 2024.Baca Juga: Warga Blora Antusias Sambut Pawai Jokowi dan Luthfi-Yasin

Dalam kesempatan itu, Maruarar menyebut 200 hektare dari Kejagung telah siap dari 10 ribu hektare lahan sitaan koruptor.

"Beliau (Jaksa Agung) sudah menyerahkan kurang lebih yang sudah bisa dikatakan siap 200 hektar dari total 10 ribu hektar," tandasnya.*

Halaman:

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Polda Sulsel Tindak Penyalahgunaan BBM Subsidi

Selasa, 2 Juni 2026 | 20:25 WIB
X