Surat Terbuka untuk PDI Perjuangan

Photo Author
Bangun P Lubis, Suara Pembaruan
- Senin, 26 Agustus 2024 | 08:37 WIB
Ahok, Anis dan Djarot . [ Foto: PDIP ]
Ahok, Anis dan Djarot . [ Foto: PDIP ]

Masih segar dalam ingatan kami semuanya, ketika Ahok dikalahkan dengan politik identitas.

Dalam pidato pertama Anies Baswedan setelah pelantikannya sebagai Gubenur DKI Jakarta.

Pernyataannya yang hingga saat ini tak bisa diabaikan begitu saja: “penjajahan atas pribumi” yang memecah belah bangsa. Pernyataan ini akan selalu dikenang karena telah merobek tenun kebangsaan.

Baca Juga: Meriah, Penghargaan Tokoh Inspiratif Jateng 2024: Ini Daftar Para Tokohnya!

Kami juga masih ingat ketika Prabowo dijanjikan tentang arti sebuah kesetiaan. Anies berkata, bahwa dia tidak akan pernah mencalonkan dirinya selama Prabowo maju dalam kontestasi yang sama.

Janji ini diucapkan dengan sangat meyakinkan. Namun kenyataannya, pada pemilu selanjutnya, janji hanyalah sebatas ucapan belaka.

Surat terbuka ini kami layangkan kepada PDI Perjuangan, sebagai partai nasionalis terbesar di Indonesia, agar tetap setia pada ideologi kebangsaannya. Dan mampu menjaga integritas partainya.

Baca Juga: Ranperda APBD Perubahan Tahun 2024 Gowa Ditetapkan Menjadi Perda

Jangan sampai terulang lagi cerita yang sama. Memang tidak mudah mencari pemimpin yang setia pada nilai ideologi yang mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa, namun kami yakin dan percaya PDI Perjuangan mampu memegang prinsip ini dengan teguh.

Kami tidak pernah membenci Anies. Tetapi sejarah akan selalu dikenang sepanjang hayat dikandung badan. Kami disini hanya ingin memastikan, reputasi dan rekam jejak seorang untuk dapat maju menjadi pemimpin, menjadi pertimbangan yang utama bagi PDI Perjuangan dalam mengusung kandidatnya.

Juga menjunjung tinggi nilai-nilai luhur Pancasila dan mampu menjaga azas persatuan bangsa diatas perbedaan suku, agama, ras, dan antar golongan, tanpa cela dan noda.

Baca Juga: Kenali Mobil Tangki Agen BBM Industri Resmi Pertamina dengan QR Code

Kami tahu mempertahankan kesatuan Indonesia akhir-akhir ini semakin berat. Berbagai isu perbedaan yang terus dihembuskan oleh berbagai kelompok, untuk kepentingan mereka. Ditambah tuduhan dan cibiran akan haus kekuasaan, membuat PDI Perjuangan semakin terjepit dan terpojokkan.

Menang jangan asal menang, tetapi mari kita menang dengan nilai-nilai luhur dan tetap mengedepankan persatuan dan kesatuan yang telah diperjuangkan Bung Karno, pendiri bangsa dan Sang Proklamator.

Halaman:

Editor: Bangun P Lubis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB
X