Semarang, suarapembaruan.news – Sebuah pesawat udara milik maskapai penerbangan Mochi Air tipe Airbus A330-200 dengan rute Semarang menuju Batam yang mengangkut 100 orang penumpang dan 8 awak kabin, Kamis (22/8) mengalami gangguan pada mesin pesawat no. 2 engine trouble beberapa saat setelah mengudara.
Pesawat Moci Air request RTB
(Return to Base) atau kembali ke bandara asal. Pada saat mendarat pukul 09.00 WIB pesawat tergelincir keluar runway 31 dan terbakar.
Tercatat, penumpang selamat berjumlah 68 orang, 14 orang luka
ringan, 10 orang luka sedang, 13 orang luka berat, dan 3 orang meninggal dunia.
Bandara Ahmad Yani pun sontak heboh. Penumpang sempat panik. Setelah ditelusuri, ini bukan kejadian nyata, tapi hanya simulasi atau latihan personil bandara untuk kesiapsiagaan penanggulangan keadaan darurat.
Pada fire building exercise, disimulasikan terjadinya kebakaran di salah satu area gedung kargo out coming internasional Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang. Sedangkan pada security exercise,
disimulasikan dua jenis situasi gangguan keamanan di bandara, yakni penanganan ancaman bom di bandara serta penanganan terhadap situasi demonstrasi massa atau huru-hara di area bandara.
Direktur Operasi PT Angkasa Pura I, Wahyudi mengungkapkan pentingnya latihan PKD tersebut.
Dijelaskan, tatihan PKD memiliki tujuan untuk menguji
kemampuan dan kesigapan seluruh personel, serta untuk menguji Standard Operating Procedure (SOP) ketika terjadi keadaan darurat di bandara.
"Dalam bisnis kebandarudaraan, aspek keamanan dan keselamatan penerbangan merupakan prioritas utama yang perlu mendapat perhatian ekstra karena terkait dengan keselamatan jiwa manusia," ujar Wahyudi.
Mengusung tema Semangat Kolaborasi untuk Meningkatkan Koordinasi, Komunikasi, dan
Komando untuk Menjadi Pengelola Bandara Terbaik Dunia, PT Angkasa Pura I berkomitmen untuk terus mengasah dan meningkatkan kualitas dan kemampuan personel untuk menghadapi setiap risiko,
ancaman, serta gangguan keselamatan dan keamanan penerbangan, serta untuk dapat melakukan pertolongan dan evakuasi dalam keadaan darurat.
Latihan PKD di Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang mencakup tiga jenis latihan, yakni simulasi kecelakaan pesawat terbang (aircraft accident exercise), simulasi kebakaran gedung (fire building exercise), simulasi demonstrasi atau huru-hara serta penanganan bom dan ancaman keamanan penerbangan (security exercise).
Dalam latihan PKD tersebut, fungsi koordinasi, komunikasi, dan komando antar unit dan
instansi komunitas bandara akan diuji. Selain untuk menguji personel, latihan PKD juga merupakan upaya untuk menguji Dokumen Penanggulangan Keadaan Darurat Bandar Udara atau Airport Emergency Plan
(AEP), Dokumen Program Keamanan Bandar Udara atau Airport Security Program (ASP), serta Standard Operating Procedure (SOP) lainnya yang berlaku di bandara.
Selain melibatkan personel internal dari AP1, latihan PKD ke-116 Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang juga melibatkan personel dari sejumlah instansi antara lain Perum LPPNPI (AirNav Indonesia) Cabang
Semarang, TNI, Kepolisian, Kantor Imigrasi, Kantor Kesehatan Pelabuhan, Kantor Karantina, manajemen rumah sakit di sekitar bandara, serta maskapai penerbangan.
General Manager Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang, Fajar Purwawidada menambahkan, simulasi dari setiap latihan telah dirancang sedemikian rupa sehingga mendekati kondisi nyata.
Artikel Terkait
Penanganan Keadaan Darurat, Bandara Ahmad Yani Kerjasama dengan BKK dan Damkar Kota Semarang
Satu Lagi Rute Baru dari Bandara Jenderal Ahmad Yani, Lion Air Operasikan Semarang-Palangka Raya PP
Moeldoko Optimistis Bandara Hang Nadim Bisa Wujudkan Batam Jadi Hub Kargo Nasional
Sambil Nunggu Pesawat, Yuk Baca-baca di Pojok Baca Ruang Tunggu Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang
Pemprov Bengkulu Usulkan Pengembangan Dua Bandara Perintis ke Menhub