Keempat, Mgr. Robertus menyampaikan harapan kepada para pemimpin dan pemegang tanggung jawab publik agar berani menghentikan kebijakan yang merugikan bangsa dan masyarakat.
Kebijakan publik, katanya, hendaknya lahir dari kesediaan mendengarkan suara rakyat, terutama kelompok yang lemah, serta dijalankan secara jujur dan transparan dengan keberpihakan pada keadilan, kesejahteraan bersama dan kelestarian alam.
Menutup Surat Gembala, Mgr. Robertus mengajak umat mengubah pertanyaan dari “apa yang saya peroleh dari bangsa kita” menjadi “apa yang dapat saya berikan bagi Indonesia”.
Ia mendorong setiap umat mengambil setidaknya satu langkah nyata, seperti memulihkan hubungan yang retak, membantu keluarga yang mengalami kesulitan, merawat lingkungan, menggunakan teknologi secara bertanggung jawab serta menyuarakan kebenaran dan keadilan.
“Urip iku urup,” tulis Mgr. Robertus. Hidup hendaknya menjadi terang dan membawa manfaat bagi sesama.
Ia berharap peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi titik pijak pertobatan bersama untuk membangun Indonesia yang sungguh berdaulat, adil dan makmur.*
Artikel Terkait
Melayat Uskup Emeritus Mgr. Turang, Presiden Prabowo: Beliau Selalu Kerja untuk Rakyat Kecil
Surat Gembala Prapaskah 2026, Uskup Agung Semarang Mgr Robertus Rubiyatmoko Ajak Umat Perbarui Hidup dan Peduli Sesama
Pentakosta Paguyuban Jawa Katolik: Uskup Yanuarius Teofilus Matopai You Ajak Umat Jawa Bangun Tanah Papua
Uskup Jayapura: Serangan ke Pilot AMA Adalah Tindakan Biadab, Tegaskan Pesawat Murni untuk Misi Kemanusiaan Bukan Militer
Pesan Uskup Larantuka untuk Perantau Jabodetabek: Jadi Duta Damai dan Rawat Semangat Gemohing