Di sisi lain, belanja negara tetap diarahkan untuk sektor produktif seperti infrastruktur, perlindungan sosial, dan hilirisasi industri guna mendorong pertumbuhan jangka panjang.
Purbaya juga mengungkapkan bahwa pengelolaan APBN Indonesia mendapat respons positif dari investor global saat kunjungannya ke Amerika Serikat pekan lalu.
Menurutnya, investor kini melihat kebijakan fiskal Indonesia semakin kredibel dan transparan. Hal ini juga sejalan dengan pandangan lembaga internasional seperti International Monetary Fund dan World Bank yang menilai stabilitas fiskal Indonesia tetap terjaga.
“Investor sudah tidak lagi mempertanyakan soal defisit atau risiko fiskal. Bagi mereka, arah kebijakan kita sudah jelas dan kredibel,” kata Purbaya.
Dengan berbagai indikator tersebut, pemerintah optimistis APBN akan tetap menjadi instrumen utama yang kuat dalam menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan di tengah ketidakpastian global.
Artikel Terkait
Dunia Apresiasi Kebijakan Fiskal RI, Menkeu Purbaya Optimistis Arus Modal Asing Meningkat
Sinyal Kenaikan Pertamax Makin Kuat, Menteri ESDM: Harga Bisa Disesuaikan
Rakor Bersama Menteri PPN/Bappenas, Pemprov Bengkulu Usulkan Kawasan Industri Pulau Baai, Tol serta Perkeretaapian
Dua Menteri Kunjungi Bengkulu, Dorong Hilirisasi Kopi dan Hadiri Tabligh Akbar
Fondasi Ekonomi RI Kuat, Pemerintah Sebut Rupiah Masih Tangguh