Di sisi lain, tren minuman berbasis teh seperti “milky tea” dan berbagai minuman kekinian lainnya juga semakin berkembang, terutama di kalangan generasi muda. Fenomena ini membuka peluang besar bagi industri teh lokal untuk meningkatkan daya saing melalui kualitas bahan baku dan kreativitas produk.
Iriana menegaskan bahwa pengembangan industri teh tidak dapat dilakukan secara parsial. Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, pelaku usaha, komunitas, hingga media untuk membangun ekosistem industri yang kuat.
“Tujuan akhirnya adalah masyarakat dapat menikmati produk dalam negeri sekaligus merasakan manfaat ekonominya. Industri teh harus menjadi bagian dari gerakan besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Vatican News Tambah Bahasa Indonesia, Pesan Paus Kian Mudah Diakses
Jogja Food & Pack Print Expo 2026 Kolaborasi Nyata dari Teknologi Cetak Hingga Kompetisi Kopi Bertaraf Internasional
THR 2026 Masih Banyak Dikeluhkan, Kemnaker Gaspol Turunkan Pengawas: Aduan Tak Boleh Mandek!
Filipina Darurat Energi! Harga BBM Melejit, Warga Pilih Jalan Kaki
Tragedi Travel Masuk Jurang di Majalengka, Kesaksian Korban: Sopir Diduga Ngebut Kejar Waktu