Majalengka, SUARA PEMBARUAN — Kecelakaan maut yang melibatkan mobil travel berpenumpang sekitar 20 orang di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, menyita perhatian publik. Insiden yang terjadi pada Selasa dini hari, 24 Maret 2026 itu mengakibatkan enam orang meninggal dunia, sementara belasan lainnya mengalami luka.
Peristiwa nahas tersebut terjadi saat rombongan keluarga asal Karawang dalam perjalanan pulang usai berziarah ke Tasikmalaya. Sebelum kembali, rombongan juga sempat berlibur ke Pantai Pangandaran.
Berdasarkan informasi awal, kendaraan diduga kehilangan kendali saat melintasi jalur berliku dan curam. Selain faktor medan, muncul pula dugaan adanya gangguan pada sistem pengereman yang memperparah situasi hingga mobil terjun ke jurang.
Tiga hari pascakejadian, kesaksian salah satu korban selamat bernama Taufik mulai mengungkap kronologi mencekam di dalam kendaraan. Ia menyebut, suasana perjalanan yang awalnya normal berubah menjadi tegang ketika sopir diduga mengemudi dengan kecepatan tinggi.
Menurut Taufik, pengemudi terlihat terburu-buru karena harus tiba di Karawang sekitar pukul 03.00 WIB. Ia menduga ada tekanan waktu yang membuat sopir terus memacu kendaraan tanpa memperhatikan kondisi jalan.
Sejumlah penumpang, lanjutnya, sempat berulang kali mengingatkan sopir untuk mengurangi kecepatan. Bahkan, keluarga Taufik turut berteriak agar pengemudi lebih berhati-hati mengingat jalur yang dilalui cukup berbahaya.
Namun, peringatan tersebut diduga tidak diindahkan. Mobil tetap melaju kencang hingga akhirnya kehilangan kendali dan terguling ke jurang.
“Saat itu kami hanya bisa pasrah,” ungkap Taufik menggambarkan detik-detik menjelang kecelakaan.
Hingga kini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan, termasuk kemungkinan faktor kelalaian pengemudi maupun kondisi teknis kendaraan.
Artikel Terkait
Pedangdut Cantika Davinca Klarifikasi dan Janji Tanggung Jawab atas Kecelakaan Maut
Korban Tewas Elf Peziarah di Tanjakan Cae Bertambah, Polisi Telusuri Penyebab Kecelakaan Maut
Kapolda Jateng Tinjau Posko DVI RS Kariadi, Pastikan Korban Kecelakaan Krapyak Ditangani Humanis
Perempuan Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 Teridentifikasi Florencia Lolita Wibisono
Bos Rokok HS Tanggung Jawab Usai Kecelakaan Maut di Kulon Progo, Janji Biayai Korban hingga Kuliah