Di sisi lain, GAPASDAP juga menilai bahwa dalam jangka menengah hingga panjang, peningkatan kapasitas dermaga di lintasan penyeberangan utama menjadi kebutuhan mendesak dalam memperkuat sistem transportasi nasional.
Dengan kapasitas dermaga yang lebih memadai, kapal-kapal feri dapat beroperasi secara lebih efisien sehingga mampu mengimbangi pertumbuhan mobilitas masyarakat, khususnya pada masa-masa puncak seperti arus mudik dan arus balik Lebaran.Baca Juga: IIS UGM Desak Indonesia Keluar dari BoP
GAPASDAP menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pemerintah serta para pemangku kepentingan guna mencari solusi terbaik. Harapannya, sistem transportasi penyeberangan nasional dapat berjalan lebih efisien, aman, dan berkelanjutan dalam melayani mobilitas masyarakat Indonesia.*Baca Juga: PGN Siagakan Satgas RAFI 2026, Pastikan Pasokan Gas Aman Selama Ramadan dan Lebaran
Artikel Terkait
Gapasdap Minta DPR Tak Asal Tuduh Soal Kapal Tua, Soroti Masalah Tarif dan Regulasi
Tambah Kapal Bukan Solusi, Gapasdap Dorong Pembangunan Dermaga di Ketapang–Gilimanuk
GAPASDAP Bongkar Akar Macet Merak–Bakauheni: Bukan Kurang Kapal, Tapi Dermaga Tak Memadai
GAPASDAP Nilai Penataan Merak–Bakauheni Ciptakan Kelancaran Semu, Minta Presiden Turun Tangan Benahi Penyeberangan Nasional
Dermaga Kurang, Kapal Menganggur! Gapasdap Soroti Akar Macetnya Penyeberangan Merak–Bakauheni