Tambah Kapal Bukan Solusi, Gapasdap Dorong Pembangunan Dermaga di Ketapang–Gilimanuk

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Senin, 28 Juli 2025 | 10:44 WIB
Ketua Bidang Tarif dan Usaha DPP Gapasdap, Rahmatika.
Ketua Bidang Tarif dan Usaha DPP Gapasdap, Rahmatika.


Jakarta, SUARA PEMBARUAN – Usulan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kepada Kementerian Perhubungan untuk menambah jumlah kapal penyeberangan di lintasan Ketapang–Gilimanuk menuai tanggapan kritis dari pelaku industri transportasi laut.

Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Gapasdap) menilai solusi tersebut tidak tepat sasaran.

Permintaan tersebut disampaikan Khofifah menyusul kemacetan panjang yang sempat terjadi akibat penghentian operasi 15 kapal jenis Landing Craft Tank (LCT) oleh Kemenhub.

Penghentian selama lima hari itu menyebabkan antrean kendaraan, khususnya truk, mengular hingga 40 kilometer dan menjadi perbincangan hangat di media sosial. Kini, kapal-kapal LCT tersebut telah kembali beroperasi.

Ketua Bidang Tarif dan Usaha DPP Gapasdap, Rahmatika, menegaskan bahwa akar masalah kemacetan bukan pada jumlah kapal yang beroperasi, melainkan terbatasnya fasilitas sandar.

"Saat ini ada 56 kapal, namun yang bisa beroperasi hanya 28 karena jumlah dermaga yang terbatas. Kalau kapal ditambah tanpa menambah dermaga, justru akan memperparah antrean kapal yang menunggu giliran sandar," jelasnya.

Alumnus Teknik Perkapalan ITS Surabaya itu menambahkan bahwa solusi paling efektif adalah membangun dermaga baru, minimal dua pasang dan idealnya lima pasang dermaga tambahan.

Hal ini akan memungkinkan lebih banyak kapal beroperasi optimal dan mampu memenuhi lonjakan permintaan, terutama menjelang selesainya jalan tol Probowangi.

“Sebaiknya yang ditambah dermaganya, bukan kapalnya. Kalau 3 pasang dermaga saja sudah cukup untuk mengoperasikan 12 kapal tambahan. Tidak perlu menambah kapal kalau tidak ada tempat bersandar,” ujar Rahmatika, yang juga menjabat sebagai pengurus Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI).

Ia mengingatkan Dinas Perhubungan Jawa Timur agar tidak gegabah merespons situasi lapangan, apalagi hanya berdasarkan informasi dari media sosial yang belum tentu akurat.

“Faktanya, sekarang semua kapal LCT sudah beroperasi kembali dan antrean kendaraan sudah terurai hingga nol meter pada Minggu malam. Kepala dinas sebaiknya turun langsung ke lapangan, jangan hanya percaya laporan medsos. Bisa saja itu hoaks,” pungkasnya.*

 

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB
X