Mahfud MD: Insiden Rantis Brimob Bukan Salah Rakyat atau Polisi, Tapi Pejabat Korup

Photo Author
Redaksi, Suara Pembaruan
- Jumat, 29 Agustus 2025 | 13:53 WIB
Mahfud MD menyebut ada pihak lain yang lebih bertanggung jawab terkait insiden tewasnya driver ojol dilindas rantis Brimob. (Instagram/mohmahfudmd)
Mahfud MD menyebut ada pihak lain yang lebih bertanggung jawab terkait insiden tewasnya driver ojol dilindas rantis Brimob. (Instagram/mohmahfudmd)

Jakarta, SUARA PEMBARUANMahfud MD turut menanggapi tragedi meninggalnya seorang pengemudi ojek online (ojol) berinisial AK (21), yang tewas setelah terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob saat demonstrasi di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025).

AK sempat mendapat perawatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), namun nyawanya tidak dapat diselamatkan. Insiden itu langsung menyulut kemarahan publik setelah rekaman video kejadian viral di media sosial.

Melalui unggahan di Instagram pada Jumat (29/8), Mahfud meminta masyarakat tetap tenang dan berpikir jernih. Ia menegaskan bahwa para pendemo tidak bisa disalahkan karena sedang memperjuangkan keadilan.
“Mereka yang berdemo dan berteriak marah tidak bisa ditindak secara represif. Itu bagian dari menyampaikan aspirasi dalam rangka menegakkan keadilan,” tulisnya.

Ia juga menilai aparat di lapangan berada dalam posisi sulit. “Personel yang mengendarai barakuda itu juga patut dikasihani. Bisa jadi mereka panik karena terjepit situasi: jika terlalu lunak dimarahi atasan, kalau terlalu keras berhadapan dengan massa,” ujarnya.

Menurut Mahfud, kesalahan bukan pada pendemo atau aparat di lapangan, melainkan pada elite politik dan pejabat yang tamak.
“Yang salah itu pejabat-pejabat korup yang memainkan politik dan ekonomi penuh kerakusan. Itulah biang masalahnya. Jangan sampai rakyat dan aparat dibenturkan,” tegas mantan Menko Polhukam tersebut.

Ia pun mengingatkan pentingnya menjaga kewarasan di tengah kondisi genting. “Kendorkan saraf, kencangkan urat, sehatkan badan. Setegang apa pun situasinya, jangan lupa olahraga. Pikiran sehat ada di tubuh yang sehat,” tulisnya.

Mahfud kemudian membagikan pengalamannya usai berolahraga di Lapangan Banteng pada pagi hari. Ia bertemu banyak rekan lama dari TNI dan Polri, bercengkerama dengan pedagang kerak telor, penjual bunga, hingga berfoto bersama warga.

Sementara itu, Kadiv Propam Polri Irjen Abdul Karim menyatakan telah mengamankan tujuh anggota Brimob beserta kendaraan barakuda yang terlibat. Mereka adalah Kompol C, Aipda M, Bripka R, Briptu D, Bripda M, serta dua personel bernama Baraka Y dan Baraka D.
“Masih kami dalami siapa yang mengemudi dan siapa yang berperan apa. Ketujuhnya ada di satu kendaraan, semua masih diperiksa,” kata Karim dalam konferensi pers di RSCM, Jumat dini hari (29/8).*

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB
X