Literasi dan Inklusi Keuangan Meningkat, OJK dan BPS Rilis Hasil SNLIK 2025

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Sabtu, 3 Mei 2025 | 15:19 WIB

Berdasarkan usia, kelompok usia produktif (18–50 tahun) menunjukkan indeks tertinggi. Sebaliknya, remaja (15–17 tahun) dan lansia (51–79 tahun) memiliki indeks terendah.
Berdasarkan pendidikan, semakin tinggi jenjang pendidikan, semakin tinggi pula tingkat literasi dan inklusi keuangan.

Berdasarkan pekerjaan, pegawai profesional, pensiunan, dan wiraswasta mencatat indeks tertinggi, sedangkan petani, nelayan, ibu rumah tangga, pelajar, dan yang belum bekerja cenderung memiliki indeks lebih rendah.

Sektor perbankan tetap menjadi penyumbang utama literasi dan inklusi keuangan nasional, masing-masing sebesar 65,50 persen dan 70,65 persen.

Fokus OJK ke Depan

Hasil SNLIK 2025 menunjukkan segmen-segmen masyarakat yang masih tertinggal dalam literasi dan inklusi keuangan, seperti perempuan, warga perdesaan, kelompok usia muda dan lanjut, masyarakat berpendidikan rendah, serta kelompok pekerjaan informal.

OJK menegaskan akan terus mengintensifkan edukasi dan perluasan akses keuangan bagi kelompok-kelompok tersebut, termasuk melalui pendekatan keuangan syariah. Strategi ini dituangkan dalam Peta Jalan Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen 2023–2027, serta mendukung arah pembangunan nasional melalui RPJMN 2025–2029 dan RPJPN 2025–2045.*

 

Halaman:

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB
X