Saat ini, ia tengah berusaha mengatur stres agar kondisinya tetap stabil.
"Tapi penyakit gue ini kalau misalnya stresnya itu tinggi, inflamasinya pun tinggi. Jadi agak-agak lumayan bingung hidup enggak ada stres gimana ya guys gitu. Si Vidi ini masih mencari cara untuk terus bisa me-manage stres," ucapnya.
Sampai Kapan Penderita Kanker Harus Menjalani Kemoterapi?
Dalam pengobatan kanker, kemoterapi menjadi salah satu prosedur utama yang bertujuan membunuh sel kanker agar tidak menyebar ke organ lain.Baca Juga: Adnan Minta Camat, Kepala Desa/Lurah Daftarkan Masyarakatnya yang Belum Tercover BPJS Kesehatan
Dengan begitu, tingkat keparahan penyakit dapat dikendalikan, dan kualitas hidup pasien meningkat.
Namun, durasi kemoterapi tidak bisa disamakan bagi setiap pasien.
Faktor seperti jenis, stadium, dan lokasi kanker berperan dalam menentukan lamanya pengobatan.
Oleh karena itu, pemeriksaan rutin oleh dokter sangat penting untuk menentukan jumlah siklus kemoterapi yang dibutuhkan.Baca Juga: Jalan Berlubang Terdampak Genangan di Kota Semarang Diperbaiki
Secara umum, kemoterapi dilakukan dalam sistem siklus, yaitu pemberian obat dalam jangka waktu tertentu dengan jeda di antaranya.
Beberapa jenis kanker membutuhkan hingga enam siklus kemoterapi, yang bisa dikombinasikan dengan terapi lain seperti radioterapi.Baca Juga: PHRI Bengkulu: Efisiensi Anggaran Pemerintah Akan Berimbas pada Bisnis Hotel
Faktor yang Mempengaruhi Durasi Kemoterapi
Beberapa faktor yang menentukan lama dan dosis kemoterapi antara lain:
1. Jenis Sel Kanker
Setiap jenis kanker memerlukan durasi dan metode kemoterapi yang berbeda.
2. Respons Kanker terhadap Kemoterapi
Artikel Terkait
Lestari Moerdijat: Wujudkan Rumah Singgah yang Terjangkau untuk Penderita Kanker
Lestari Moerdijat: Atasi Kesenjangan dalam Pencegahan dan Pengobatan Kanker Bagi Perempuan
Tingkatkan Layanan, Nana Sudjana Resmikan Sistem Layanan Kanker Terintegrasi RSUD dr Adhyatma
Cegah Kanker Serviks, 26 Puskesmas di Gowa Lakukan Tes IVA dan Pap Smear
Taruna Ikrar, Kepala BPOM RI Beri Kuliah di Harvard University tentang Era Baru Pengobatan Kanker