Jika kanker tidak merespons pengobatan, dokter mungkin akan menyesuaikan terapi atau memberikan kemoterapi tambahan.Baca Juga: Tim TPID dan Pemkab Benteng Monitoring Stok dan Harga Sembako di Pasar Tabah Penanjung
3. Berat dan Tinggi Badan
Dosis obat kemoterapi disesuaikan dengan berat dan tinggi badan pasien.
Penting bagi pasien untuk berkonsultasi secara rutin dengan dokter.
Jika efek samping kemoterapi mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter spesialis onkologi.Baca Juga: Dinkes Mukomuko Siapkan Layani Pemeriksaan Kesehatan Gratis Warga Berulang Tahun
Risiko Menghentikan Kemoterapi
Keputusan menghentikan kemoterapi perlu dipertimbangkan dengan hati-hati karena berisiko menyebabkan penyebaran kanker yang lebih cepat.
Jika pasien tidak lagi menjalani kemoterapi, biasanya akan dilakukan terapi paliatif yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup tanpa prosedur medis agresif.Baca Juga: Mentan RI dan Mentan Republik Turki Teken MoU untuk Ekspor Komoditas Pertanian
Di sisi lain, menjalani kemoterapi dalam jangka panjang juga memiliki dampak negatif bagi tubuh akibat efek samping obat-obatan yang keras.
Oleh karena itu, keputusan untuk melanjutkan atau menghentikan kemoterapi harus dilakukan di bawah pengawasan dokter.
Meskipun pengobatan kanker bukan hal yang mudah, menjalani proses ini dengan semangat dan dukungan yang tepat dapat membuat perjalanan pengobatan terasa lebih ringan.
Artikel Terkait
Lestari Moerdijat: Wujudkan Rumah Singgah yang Terjangkau untuk Penderita Kanker
Lestari Moerdijat: Atasi Kesenjangan dalam Pencegahan dan Pengobatan Kanker Bagi Perempuan
Tingkatkan Layanan, Nana Sudjana Resmikan Sistem Layanan Kanker Terintegrasi RSUD dr Adhyatma
Cegah Kanker Serviks, 26 Puskesmas di Gowa Lakukan Tes IVA dan Pap Smear
Taruna Ikrar, Kepala BPOM RI Beri Kuliah di Harvard University tentang Era Baru Pengobatan Kanker