Perjuangan Azalea Lawan Leukimia, JKN Jadi Penyelamat Keluarga Eva Setiawati di Semarang

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Senin, 11 Mei 2026 | 18:36 WIB
Eva Setiawati dan buah hatinya, Azalea.
Eva Setiawati dan buah hatinya, Azalea.

 

Semarang, SUARA PEMBARUAN  – Kesehatan menjadi hal paling berharga bagi setiap keluarga. Karena itu, Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) hadir untuk memastikan masyarakat memperoleh layanan kesehatan yang mudah, cepat, dan merata melalui semangat gotong royong. Program ini juga menjadi bentuk perlindungan agar setiap keluarga tetap merasa aman saat menghadapi risiko kesehatan.

Manfaat tersebut dirasakan langsung oleh Eva Setiawati (35), ibu rumah tangga asal Gunungpati, Kota Semarang. Ia harus menghadapi kenyataan pahit ketika putri semata wayangnya, Azalea Malika Khairuniswa (6), didiagnosis menderita leukimia.

Eva mengenang, sebelum sakit Azalea dikenal sebagai anak yang aktif dan ceria. Putrinya hampir tidak pernah mengalami sakit serius. Namun pada akhir September 2023, saat Azalea berusia sekitar tiga tahun, kondisi kesehatannya tiba-tiba menurun drastis.

“Azalea itu anaknya ceria dan jarang sakit. Tapi waktu itu panasnya tinggi sampai berhari-hari dan tidak kunjung turun,” ujar Eva saat ditemui Jumat (8/5).

Keceriaan Azalea perlahan memudar. Tawa yang biasanya memenuhi rumah mulai jarang terdengar. Tubuh mungilnya terlihat lemas dan pucat hingga membuat Eva segera membawa sang anak ke fasilitas kesehatan terdekat.

Awalnya Azalea diperiksa di puskesmas. Dari hasil pemeriksaan diketahui kadar hemoglobinnya sangat rendah, bahkan hanya mencapai angka lima. Kondisi itu membuat Azalea harus segera dirujuk ke Rumah Sakit Kariadi untuk menjalani transfusi darah.

“Pertama kali dicek ternyata Hb-nya rendah sekali, jadi langsung dirujuk untuk transfusi,” kata Eva.

Setelah transfusi pertama, kondisi Azalea sempat membaik. Namun tiga minggu kemudian gejala serupa kembali muncul. Tubuhnya kembali lemas dan pucat. Pemeriksaan lanjutan akhirnya mengungkap bahwa Azalea mengidap leukimia dan harus menjalani serangkaian kemoterapi.

Eva mengaku sangat terpukul saat mendengar diagnosis tersebut. Sebagai seorang ibu, ia tidak pernah membayangkan anaknya harus menghadapi penyakit berat di usia yang masih sangat kecil.

“Awalnya saya kira hanya demam biasa. Setelah tahu ternyata leukimia, rasanya sedih sekali dan hati seperti hancur,” tuturnya.

Selama hampir dua tahun terakhir, Eva setia mendampingi putrinya menjalani pengobatan. Sebagai peserta JKN segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) melalui skema Universal Health Coverage (UHC) yang dibiayai Pemerintah Kota Semarang, ia merasa sangat terbantu.

Menurut Eva, kondisi ekonomi keluarga sempat membuatnya khawatir mengenai biaya pengobatan, terlebih penghasilan suaminya tidak menentu. Kehadiran BPJS Kesehatan melalui Program JKN dan dukungan UHC menjadi penopang utama selama proses pengobatan Azalea.

“Dulu saya sempat takut memikirkan biaya rumah sakit. Tapi adanya BPJS Kesehatan dan UHC benar-benar membantu pengobatan anak saya,” jelasnya.

Halaman:

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

GMTD Perkuat Peran Kader Posyandu di Makassar

Sabtu, 27 Juni 2026 | 22:47 WIB
X