Ajak Hidup Sehat Demi Keberlanjutan JKN, Ade Rai Beri Motivasi kepada Badan Usaha di Semarang dan Demak

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Jumat, 20 Juni 2025 | 21:43 WIB

 

 

Semarang, SUARA PEMBARUAN – Untuk menjaga keberlangsungan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), tokoh inspiratif Ade Rai mengajak para perwakilan badan usaha dari Kota Semarang dan Kabupaten Demak agar terus menjaga gaya hidup sehat. Kegiatan ini berlangsung dalam forum Health Dialog pada Kamis, 19 Juni 2025.

Dalam pemaparannya, Ade Rai menegaskan bahwa kesehatan bukan sekadar tujuan, melainkan prasyarat utama agar seseorang dapat menjalani kehidupan yang produktif dan bermanfaat bagi orang lain.

Ia menyebutkan bahwa banyak orang baru menyadari pentingnya kesehatan saat tubuh mereka jatuh sakit, padahal menjaga kesehatan jauh lebih mudah dan murah dibandingkan mengobatinya.

"Selama tubuh sehat, kita seringkali abai. Namun ketika sakit datang, barulah kita sadar betapa mahal dan rumitnya untuk kembali sehat," ujarnya.

Ade Rai menyampaikan bahwa masyarakat Indonesia beruntung karena negara telah menyediakan program JKN yang berbasis semangat gotong royong.

Meski begitu, ia menekankan bahwa sistem ini hanya dapat bertahan jika lebih banyak orang sehat ikut serta sebagai peserta aktif.

"Bayangkan jika seluruh peserta sakit secara bersamaan. Program JKN bisa defisit dan terancam tidak bisa berjalan lagi," imbuhnya.

Melalui forum ini, Ade Rai menggerakkan para peserta agar lebih fokus pada upaya promotif dan preventif—bukan hanya kuratif.

Ia menggarisbawahi pentingnya mengelola kadar glukosa sebagai salah satu faktor kunci, sebab gaya hidup yang kurang sehat menjadi penyebab dominan dari klaim kesehatan di Program JKN.

"Syukuri jika kita bisa berobat lewat JKN. Namun jangan hanya mengandalkan pengobatan. Mulailah dari pola makan, aktivitas fisik, dan istirahat yang cukup," pesannya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Semarang juga mengingatkan bahwa pekerja harus dalam kondisi bugar untuk menghadapi tantangan industri saat ini.

Ia menyebutkan bahwa penyakit degeneratif kini mulai menyerang generasi muda, seperti diabetes dan hipertensi.

"Kami menemukan anak-anak usia 16–25 tahun yang saat tes kesehatan sudah mengidap penyakit yang dulu hanya diderita generasi tua. Ini peringatan penting agar menjaga kesehatan sedini mungkin," ujarnya.

Ia juga mendorong perusahaan yang belum mendaftarkan pekerjanya ke dalam Program JKN agar segera melakukannya demi menciptakan tenaga kerja yang lebih produktif dan sehat.

Halaman:

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X